ArsipPolisi Interogasi Peneliti dari Bern University di Jayapura

Polisi Interogasi Peneliti dari Bern University di Jayapura

Senin 2016-05-02 13:08:59

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Cypri Jehan Paju Dale, peneliti dari Bern University di Swiss ditahan dan diinterogasi dalam sebuah mobil di tempat KNPB melakukan aksi damai, Senin (2/5/2016) di depan gapura Uncen, Waena, Jayapura, Papua.   

 

Penangkapan terjadi sekitar pukul 10.15 waktu Papua. Cypri, kepada suarapapua.com menerangkan, dirinya saat itu sedang melakukan observasi di depan gapura kampus Uncen Waena sejak pagi bersama-sama dengan para wartawan.

 

“Saya melakukan observasi di depan kampus Uncen bersama para wartawan sejak pagi. Saya merekam proses penangkapan aktivis KNPB rombongan pertama, dan meliput aksi lanjutan dari rombongan kedua. Saya sedang merekam orasi seorang aktivis perempuan KNPB, ketika tiga orang petugas kepolisian (2 berseragam, 1 tidak) datang mendekati saya dan meminta saya ikut ke pos polisi. Banyak kamera dari aparat dan orang-orang yang bukan wartawan. Saya menolak divideokan. Lalu, mereka membawa saya ke dalam mobil,” jelas Cypri, Senin (2/5/2016) di Jayapura.

 

Diuraikan, dirinya ditanya tentang identitas dan mengapa merekam peristiwa itu. Ia jelaskan bahwa ia adalah peneliti dari institut antropologi sosial Universitas Bern dan sedang melakukan penelitian.

 

“Saya diminta tunjukkan kelengkapan dokumen, saya tunjukkan. Saya tanya ke polisi, kenapa saya dilarang melakukan observasi dan merekam. Mereka bilang, jangan sampai para peneliti menceritakan tentang Papua keluar negeri, apalagi Anda dari universitas luar negeri,” terangnya.

 

Lanjut Cypri, “Saya jelaskan, saya memang meneliti dan menulis tentang Papua, tetapi ini kerja akademik dan dapat dipertanggungjawabkan. Saya tanya, apakah ada larangan peneliti masuk Papua, mereka bilang tidak ada larangan, tetapi harus lapor ke pihak berwewenang. Lalu saya bilang saya memang tidak melapor ke aparat; apakah saya ditahan karena itu? Dan apa dasar hukumnya? Mereka bilang ini bukan penahanan, tetapi tanya-tanya saja, sebagai bagian dari tugas.”

 

Cypri juga mengakui bahwa dirinya diminta menjelaskan tentang apa yang menjadi bahan dan materi penelitiannya. Namun ia tolak.

 

“Saya diminta menjelaskan saya meneliti tentang apa, tapi saya bilang saya tidak mau jelaskan, kecuali saya ditahan secara resmi. Sejumlah teman wartawan Papua datang ke sekitar mobil dan saya dibiarkan melanjutkan pekerjaan saya. Kamera dan rekaman saya tidak ditahan,” tutur Cypri.

 

Selain peneliti dari Universitas Bern yang diinterogasi, salah satu wartawan suarapapua.com, atas nama Ardi Bayage juga ditangkap lalu diinterogasi hingga dipukul oleh aparat kepolisian dari markas Brimob Polda Papua. (Baca: Wartawan Suara Papua Ditahan dan Diinterogasi Saat Liput Aksi KNPB)

 

 

ARNOLD BELAU

Terkini

Populer Minggu Ini:

Bertamasya ke Lubang Batu Lembah Emereuw-Konya Abepura

0
Ketidakseriusan pemerintah kota Jayapura mengelola keunikan Lubang Batu Lembah Emereuw-Konya dari genangan air dan sampah warga itulah yang menjadi penyebab setiap turun hujan pasti rumah-rumah warga di dua RT yang terletak di kawasan Lembah Emereuw-Konya selalu tergenang air. Kondisi itu bukan hanya pada musim hujan saja, namun setiap kali hujan. Akibatnya, warga Lembah Emereuw-Konya selalu siap siaga jika turun hujan.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.