PasifikEmpat Utusan Gereja di Tanah Papua Hadiri Konferensi Pemuda Ekumenis Pasifik di...

Empat Utusan Gereja di Tanah Papua Hadiri Konferensi Pemuda Ekumenis Pasifik di Fiji

Editor :
Elisa Sekenyap

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Sebanyak seratus pemuda gereja di Pasifik menghadiri Konferensi Pemuda Ekumenis Wilayah Pasifik yang diselenggarakan Konferensi Gereja Pasifik (PCC) di Suva, Fiji. Kegiatan itu berlangsung dari 17-22 Februari 2025.

Sementara, ada sejumlah pemuda gereja dari tanah Papua yang menghadiri pertemuan tersebut.

Pemuda gereja yang hadir dalam kegiatan tersebut dari pemuda Gereja GKI di Tanah Papua, Gereja GIDI, Gereja Kingmi di Tanah Papua dan Gereja Baptis West Papua. Termasuk pemuda gereja lain dari Tahiti, Solomon Islands, PNG, Vanutau, Samoa, Nauru, Kaledonia Baru, Australia, New Zealand, Tonga dan sejumlah gereja lain di Pasifik.

Baca Juga:  Diplomat Tinggi Prancis Mengonfirmasi Pembicaraan Mengenai 'Pembekuan' Daftar Pemilih Kaledonia Baru

Dalam pertemuan tersebut pihak sekretariat PCC memperkenalkan pemimpin pemuda yang baru dan kepengurusan pemuda di titingkat Pasifik. Termasuk sejumlah program pemuda yang dilakukan di beberapa tempat di sekitar Suva Fiji.

Terutama para pemuda mendapat pembekalan tentang menjadi pemimpin yang berhati hamba serta bagaimana dalam pelayanan menjadikan Yesus sebagai teladan.

“Termasuk juga seorang pemimpin kaum saat semasa mudanya untuk melayani banyak orang,” kata Akia Wenda dari gereja Baptis West Papua.

Baca Juga:  Menlu Prancis Mengakhiri Pembicaraan Dengan Kaledonia Baru, Akan Bertemu Kembali Akhir Maret
Empat pemuda delegasi Papua foto bersama Sekjen PCC, Pdt. James Bahgwan. (PCC – SP)

I amengaku dalam beberapa program, pihaknya melakukan kunjugan dan doa di tempat pekabaran injil pada Oktober 1822 di VIuwa, Fiji.

Selain itu, perwakilan pemuda masing-masing melaporkan setiap pelayanan rohani yang dilakukan mereka di masing-masing gereja, termasuk menyampaikan rencana program yang akan dilakukan ke depan.

“Membahas persoalan persamaan jender yang dihadapi Fiji, kemudian masalah sosial terutama terhadap anak – anak mudah yang dalam mengunakan obat-obat terlang, hingga seks bebas yang akibatnya terinveksi HIV AIDS,” tukasnnya.

Baca Juga:  Para Pihak di Kaledonia Baru Bersiap Melakukan Pembicaraan Dengan Menlu Prancis

Terkini

Populer Minggu Ini:

Tanah Papua Ladang Pelanggaran HAM, GPRP Kecam Aksi Dukung UU TNI 

0
“Sebagai Ketua Permahi, saya  berharap revisi undang-undang yang kini telah menjadi UU Nomor 34 Tahun 2025 dapat diterima oleh seluruh elemen masyarakat di berbagai penjuru Tanah Air,” katanya.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.