BeritaPedagang Lokal Papua di Dekai Datangi Pemerintah Minta Carikan Tempat Jualan

Pedagang Lokal Papua di Dekai Datangi Pemerintah Minta Carikan Tempat Jualan

Editor :
Elisa Sekenyap

DEKAI, SUARAPAPUA.comRatusan pedagang mama-mama Asli Papua di Dekai, Yahukimo datangi Kantor Bupati Yahukimo menolak rencana tata ruang kota yang dianggap merugiakan pedagang lokal. Aksi itu dilakukan pada 12 Maret 2025 di halaman Kantor Bupati Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan.

“Kami datang [menyampaikan aspirasi] karena saat apel pagi disampaikan akan bongkartempat jualan kami. Tempat cari makan kami hanya disitu, jadi kalau dibongkar dimana lagi tmpat kita mencari?” ujar Agustina Pahabol, Koordinator aksi demo mama-mama Papua di Dekai.

Katanya, jika pemerintah tetap ngotot untuk melakukan penataan dan tempatt usaha pedagang lokal terbogkar, maka pemerintah wajib mencarikan tempat yangf layak.

Sekali lagi kata dia pemerintah daerah siapkan tempat yang layak untuk perputaran ekonomi lokal bisa berjalan.

Baca Juga:  Pemprov PT Terbitkan SE Tentang Kebijakan 90:10 dalam Pengangkatan Pegawai Non ASN

“Pemerintah siapkan tempat yang bagus berarti tidak boleh gusur duluh tetapi sambil siapkan tempat kami jualan di situ,” ujarnya.

Selain itu Pahabol minta agar Pemkab segera kembalikan hak jual beli bahan bakar minyak (BBM di Dekai.

“khusus jualan pinang dan bensin, biarkan kita anak asli daerah yang jual, karena kami juga punya surat ijin usaha,” tukasnya.

Aksi mama-mama pedangan itu diterima Sekda Kabupaten Yahukimo, Redison Manurung.

Ia menerima mereka Sekda Manurung mengakui rencana adanya rancangan penataan tata ruang kota dalam kepemimpinan Bupati Didimus Yahuli dan Wakil Bupati Esau Miram.

Hal itu kata dia dilakukan guna memenuhi roda perputaran ekonomi yang baik di Dekai.

Baca Juga:  Feki Mobalen, Pegiat HAM dan Pejuang Masyarakat Adat Tutup Usia

“Betul penyampaian bupati di visi misinya bersama bapak wakil bupati ada dan itu masih dalam perencanaan. Tapi perlu penyesuaian, dan perlu sosialisasi – tidak langsung membongkar,” jelasnya.

Rencana penataan itu dilakukan untuk menata kota Dekai sebagai kota yang indah dan bersih. Oleh sebab itu kata dia kedai-kedai jualan yang tidak sesuai standar akan digusur dan kemudian disiapkan tempat yang layak.

“Maksud bupati kita sudah menata di tingkat distrik, dan di periode kedua ini kita menata wajah kota Yahukimo. Jadi mulai sekarang penataan bukan penggusuran,” jelasnya.

Namun demikian, ia atas nama pemerintah apresiasi para pedagang yang datang menemui pemerintah di Kanator Bupatai Yahukimo. Ini kata dia bagian dari antusiasme masyarakat mendorong semangat Pemda untuk menata kota Dekai yang baik.

Baca Juga:  Kebijakan Gubernur Papua Tengah Soal Keberpihakan Terhadap Honorer OAP Diapresiasi Senator Lis Tabuni

“Jadi kami pemerintah mencoba nanti, dimana sebenarnya letak relokasi ibu-ibu berjualan, dimana lokasi yang terbaik. Itu yang akan dilakukan!” jelasnya.

Berikut sejumlah tuntutan yang disampaikan pedagang loka di Dekai.

  1. Pedang mama-mama Pupua menolak pengusuran tempat jualan, tetapi mununtut pemerintah daerah siapkan tempat jualan yang layak.
  2. Izinkan mama-mama Papua berjualan BBM dan p
  3. Meminta penjual ikan masuk di dalam pasar, tidak berjualan di pinggir jalan.
  4. Pemerintah segera siapkan pasar yang jelas.
  5. Pemda juga harus menyiapkan dan mengadakan taksi angkutan umum di Dekai sesuai dengan trayek dan titik jemput.

Terkini

Populer Minggu Ini:

Sinode GKI dan Mitra UEM Gelar Penanaman Terumbu Karang di Pantai...

0
“Kegiatannya mulai dari membuat media spider, mengikat karang, dan ikut menanam karang di laut. Mereka sangat antusias dan ada di antara mereka yang baru pertama kali melakukan hal ini. Isu climate change menjadi isu global dan peringatan bagi kita semua. Oleh karena itu penting sekali untuk menjaga dan melestarikan alam ciptaan Tuhan. Save the sea," tukas Onim.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.