ArsipIsak Tangis Keluarga Hantar Kepergian Pdt. Ongga Yare; Misionaris di Bomela, Yahukimo

Isak Tangis Keluarga Hantar Kepergian Pdt. Ongga Yare; Misionaris di Bomela, Yahukimo

Sabtu 2014-08-30 11:22:47

PAPUAN, Jayapura — Isak tangis keluarga dan sanak saudara, Kamis (28/8/2014) lalu, menghantar kepergiaan almarhum Pdt. Ongga Yare, misionaris pertama yang bertugas di Pos Bomela, Kabupaten Yahukimo, Papua,

Jenazah Pdt. Yare dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU), Kamkey, Abepura, Papua, dan dihadiri oleh keluarga, serta rekan-rekan hamba Tuhan. 

 

Pdt. Yare yang berasal dari Gereja Jemaat Reformasi di Papua (GJRP), di Pos Bomela, kabupaten Yahukimo, melayani sejak tahun 1982-1995, dan pelayanan selanjutnya ke Jayapura. 

 

Metius Loho, selaku keluarga almarhum Pdt. Ongga Yare saat disemayamkan di komplek Yakpesmi, asrama Ruht Kamkey, mengatakan, Beliau adalah sosok dengan sifat kepribadiannya yang sabar, disiplin dan kasih serta takut akan Tuhan.

 

“Beliau menghabiskan waktu di kampung halamannya di kampung Abenaho, Paspale dan sekarang sudah menjadi distrik di kabupaten Yalimo untuk melayani. Ia melayani sejak masuk sekolah buta huruf tahun 1970 sampai 2014, sudah 45 tahun belau menghabiskan waktu dari tanah kelahirannya untuk mengikuti jejak Tuhan yang sudah disiapkan Tuhan kepadanya.”

 

“Dalam pelayanannya di pos Bomela, beliau bekerja dari tahun 1982-1995, selanjutnya beliau dipanggil dan melayani Jemaat gereja GJRP di Abepura, Jemaat GJRP Koya dan Jemaat GJRP Sentani dari tahun 1995-2010.”

 

Lanjut Loho, beliau menghentikan aktifitas pelayanan di tahun 2010 karena sakit dan memilih beristirahat, hingga pada 26 Agustus 2014 menghembuskan nafas terakhir dan beristirahat untuk selama-lamanya di sisi Tuhan.

 

“Tekat Beliau adalah ia diutus oleh Tuhan dan siap memberikan pelayanan karena itu sebagai ladang yang disediakan Tuhan.”

 

Sementara itu, Aderince Yare, cucu dari almarhum Pdt. Ongga Yare mengatakan, Batu kekafiran perlu dipecahkan, sebenarnya sulit untuk dipecahkan tapi bersama Tuhan tidak ada yang mustahil dalam kehidupan kita sebagai manusia.

 

“Sifat beliau akan menjadi motifasi kami untuk mengemban tugas yang pelayanan. Belajar dari beliau, adalah hal yang menggembirakan dan akan kami teruskan perjuangan dan pelayanan beliau.”

 

“Dengan kepribadian Beliau, membuat beliau percaya diri dan terus termotivasi dalam pelayanan dan Beliau tidak pernah mengeluh dalam menjalankan aktivitasnya sebagai pelayan Tuhan," ujarnya.

 

AGUS PABIKA

Terkini

Populer Minggu Ini:

Gawat! Di Mimika, 2.500 Ekor Babi Mati Terserang Virus ASF

0
“Hampir setiap hari babi-babi mati akibat terpapar virus ASF, sehingga kandangnya harus disterilkan untuk mencegah penularan lebih lanjut. Vaksinnya memang belum ada. Jadi, upaya memutus mata rantai penyebaran virus ASF di kabupaten Mimika harus terus dilakukan. Dan, itu yang kami dorong kepada para peternak agar harus berperan aktif,” kata drh. Sabelina Fitriani.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.