ArsipGuru Siap dan Mampu Menghadapi Kendala di Ruang Kelas

Guru Siap dan Mampu Menghadapi Kendala di Ruang Kelas

SeninĀ 2016-01-23 10:44:40

WAMENA, SUARAPAPUA.com — Berbagai persoalan dalam bidang pendidikan di Kabupaten Jayawijaya, Papua, berhasil diidentifikasi dan dipaparkan dalam sebuah workshop di Wamena, Sabtu (23/1/2016).

Usai membahas pentingnya pendidikan di Kabupaten Jayawijaya, Marthen Abidondifu mengatakan, beberapa persoalan lapangan yang telah dipetakan itu diharapkan dapat ditindaklanjuti pihak terkait agar ada perubahan ke depan.

“Kinerja USAID bersama pengawas Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Jayawijaya sudah melihat beberapa kondisi nyata yang dihadapi di masing-masing sekolah dari ring satu sampai ring lima di wilayah Kabupaten Jayawijaya,” jelas Abidondifu.

 

Dalam sharing itu pihaknya telah memilih dan menetapkan beberapa point penting yang menjadi topik, antara lain pentingnya akreditasi bagi sekolah, kedisiplinan guru pasca libur semester, mendorong pentingnya pendidikan bagi anak, dan transparansi penggunaan anggaran pendidikan.

Selain itu, ia menyebutkan peranan tim pengendali pendidikan dari Jayawijaya, belum ada sanksi dan penghargaan dari pemerintah kepada guru dan sekolah, pengadaan sarana-prasarana penunjang pendidikan sangat minim dan tidak seimbang dengan perkembangan jaman, serta peran dan fungsi pengawas sekolah di Jayawijaya.

Poin persoalan lain, kehadiran dan keaktifan guru-guru masih kurang, disiplin aparat distrik dan tugas pengawas terhadap sekolah, hasil proses belajar mengajar tiap tahun ajaran bagi siswa masih sangat kurang.

Proses penyelesaian masalah antar anak, guru dan orang tua di sekolah belum maksimal. Juga, banyak siswa pada jam sekolah selalu berkeliharan di jalan-jalan, serta cerita sukses “Dunia Pendidikan” di Kabupaten Jayawijaya.

Menurut Abidondifu, bentuk Jurnalis Warga ini sudah mulai sejak Agustus 2013. “Pelatihan pertama di BMC (Baliem Mission Centre) dan hal itu kami bicara khusus tentang kesehatan juga soal tata kelola layanan kesehatan,” jelas staf lokal Kinerja Usaid Jayawijaya ini.

 

Khusus bidang pendidikan, kata dia, pihaknya mulai tahun ini. “Untuk pendidikan kita baru mulai hari ini, tetapi kami sepakat media yang sama,” kata Marthen.

Harapan kedepan melalui Jurnalis Warga, masyarakat bisa bebas menyampaikan keluhan mengenai permasalahan pendidikan yang mereka alami. Media hadir supaya masyarakat yang tak punya akses dapat menyampaikan pendapat dengan gratis dan bebas. Siapa saja bebas berpendapat melalui media.

“Masyarakat bisa menyampaikan hal-hal yang selama ini dirasakan. Mereka bisa salurkan pendapatnya melalui media cetak ataupun media elektronik,” ajak Abidondifu.

“Hari ini kami membahas hanya topik-topik saja. Nanti kami akan membahas lebih dalam lagi dengan Dinas Pendidikan berdasarkan topik-topik tersebut.”

 

“Dengan permasalahan-permasalahan ini kami bisa menyusun dengan topik-topik yang kami bahas tadi. Supaya pendidikan bisa ada perubahan,” ungkapnya.

“Berdasarkan pengalaman kita waktu lalu, setiap topik itu harus dibuat oleh masyarakat. Buat dalam bentuk berita,” kata Marthen.

Ditegaskan, “Ini kaitannya dengan tata kelola pendidikan. Kami tidak bicara teknis mengajar, teknis membuat bahan ajar. Tetapi kami bicara tata kelola agar bisa membantu pihak dinas dan memberikan pencerahan kepada masyarakat atau orang-orang yang mendengar berita.”

Workshop tersebut digelar oleh Kinerja USAID Bidang Pendidikan bersama Jurnalis dan Jurnalis Warga (JW) “Noken”.

Editor: Mary

DIUS KOGOYA

Terkini

Populer Minggu Ini:

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.