Tanah PapuaLa PagoPemkab Yahukimo Belum Seriusi Kebutuhan Penerangan di Kota Dekai

Pemkab Yahukimo Belum Seriusi Kebutuhan Penerangan di Kota Dekai

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Pemerintah kabupaten (Pemkab) Yahukimo dianggap tidak becus terhadap kebutuhan publik. Salah satunya belum serius memperhatikan layanan penerangan di Dekai, jantung ibu kota kabupaten Yahukimo, provinsi Papua Pegunungan.

Hal ini dinyatakan Elius Pase, Sabtu (27/4/2024) malam setelah menyimak keresahan masyarakat di Dekai terkait masih berlanjutnya pemadaman lampu.

“Pemerintah kita gagal dalam mengatasi layanan penerangan di Dekai. Yang kedua itu pendidikan, dan sumber air dari PDAM. Hal-hal mendasar yang seharusnya diutamakan oleh pemerintah, tetapi dari pemimpin ke pemimpin termasuk bupati yang hari ini juga agenda utama masuk dalam visi dan misi itu tidak dilakukan,” kata Elius.

Pemkab  Yahukimo diingatkan agar peka terhadap persoalan mendasar yang paling dibutuhkan masyarakat di kota Dekai, salah satunya adalah sarana penerangan yang wajib pemerintah perhatikan.

Baca Juga:  Badan Pelayan Baru Jemaat Gereja Baptis Subaga Wamena Terbentuk

“Pemerintah jangan merasa selalu diganggu oleh masyarakat, tetapi ini kondisi riil yang pemerintah harus akui. Kenapa pemadaman listrik terjadi, itu kesalahan ada di pemerintah. Seharusnya sediakan anggaran untuk beli alat-alat, ya alat saja. Coba bandingan konsumen listrik di Yahukimo, berapa banyak dibanding dengan  mesin yang disediakan PLN,” ujarnya.

Kata Elius, jika pemerintah hanya fokus beli mesin untuk penerangan jelas masyarakat dan pemerintah akan rugi karena fasilitas listrik tidak memadai. Sehingga yang harus dilakukan Pemkab adalah membangun PLN menggunakan sumber air yang ada di wilayah Yahukimo.

Baca Juga:  DKPP Periksa Dua Komisioner KPU Yahukimo Atas Dugaan Pelanggaran KEPP

“Seharusnya pemerintah hadirkan investor untuk kerja sama membangun PLTA. Supaya sumber air yang ada di Dekai digunakan untuk membangun satu PLTA. Sehingga setiap tahun pemerintah tidak pusing membahas soal PLN saja yang adanya meresahkan masyarakat. Dengan matinya lampu hampir setiap saat ini selalu banyak pihak dikorbankan, terutama pelayanan tempat publik seperti kantor dan lainnya,” tutur Pase.

Selain lampu, kata Elius, pemerintah juga harus perhatikan air bersih untuk masyarakat gunakan setiap hari. Sebab, sejak kabupaten hadir hingga sekarang masyarakat biasa gunakan air bor dan air hujan.

Terpisah, salah satu pemuda di Dekai yang enggan disebutkan namanya mengaku kewalahan mengurus KTP di kantor Dukcapil kabupaten Yahukimo. Hal sama di hampir semua kantor, pelayanannya tidak efektif lantaran beberapa minggu belakangan ini lampu tidak normal.

Baca Juga:  Kasus Laka Belum Ditangani, Jalan Trans Wamena-Tiom Kembali Dipalang

“Beberapa hari ini saya mau urus persyaratan daftar PPD untuk Pilkada sesuai agenda KPU RI. Tapi urus KTP, surat kesehatan dan syarat lain tidak bisa dilayani. Saya sempat tanya, baru petugas bilang lampu mati. Jadi, kami tidak bisa urus lagi,” keluhnya, Minggu (28/4/2024).

Suara Papua konfirmasi kepada bupati dan Sekda Yahukimo melalui pesan WhatsApp, tetapi belum direspons hingga berita ini tayang. []

Terkini

Populer Minggu Ini:

10 Nakes Mimika Ikuti Konferensi Internasional Neurovaskular

0
“Dengan mengikuti konferensi ini membantu mereka mendapatkan insight terkini mengenai pengetahuan dan teknologi Neurovaskular serta membangun jejaring dengan pakar-pakar di tingkat nasional dan dunia,” katanya.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.