TAMBRAUW, SUARAPAPUA.com — Universita Gadjah Mada (UGM) telah melakukan diskusi terfokus atau Focus Grup Discussioan (FGD) tentang pemekaran provinsi Papua Barat Daya pada 2 Februari 2021 di Fef, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat.
FGD tersebut digelar Gugus TUgas Papua UGM lewat kerjasama dengan pemerintah kabupaten Tambrauw. Menurut Andy Kambu, salah satu peserta yang hadir dalam FGD, UGM terkesan terburu-buru karena mereka hanya datang menyaring aspirasi bukan memaparkan kajian ilmiah yang telah dilakukan oleh tim dari UGM.
Dia mengatakan, UGM hanya datang untuk menyaring aspirasi, bukan memaparkan hasil kajian. Kata dia, UGM terlalu buru-buru untuk melakukan kegiatan semacam itu karena masyarakat pada umumnya menolak pemekaran provinsi di Tanah Papua.
Lanjut dia, harus ada bahan kajian yang disampaikan oleh Tim UGM. Memaparkan dari sisi Politik, ekonomi, budaya , masyarakat adat bagimana ketika dimekarkan.
“Hadirkan perwakilan perempuan, agama, masyarakat adat, pemuda, dan lainnya karena kita berbicara tentang pemekaran bukan hal yang main karena menyangkut hak hidup orang asli Papua.”
“Kita liat lagi SDM, apakah sudah siap atau belum. Jangan sampai kita buka peluang untuk orang lain kuasi kami.Harus telusuri berapa orang Papua yang mendung pemekaran dan pemekaran di tanah adat siapa karena ini di Papua bukan di Jawa. Pengamatan saya, forum ini terkesan terlalu terburu-buru,” terang Kambu.
Kampus yang berbasis di Kota Daerah Istimewa Yogyakarta itu melakukan FGD usai pemerintah Pusat telah mewacanakan untuk mekarkan empat provinsi baru di Tanah Papua. Menurut banyak kalangan di Tanah Papua, pemekaran provinsi di Tanah Papua hanyalah ambisi pemerintah Pusat. Karena saat ini tidak perlu tambah provinsi baru, hal ini diperkuat dengan munculnya gelombang penolkan pemekaran.
Sementara itu, Danang Wahyuhono dari UGM bagian Tim Gugus Papua Komisi penelitian menegeskan bahwa kehadiran mereka hanya menyaring aspirasi dari masyarakat dan mereka didatangkan oleh tim pemekaran Papua Barat Daya ( PBD) untuk menyiapkan naskah akademik calon propinsi PBD sebagai salah satu syarat pemekaran.
“Kami di sini hanya menyaring aspirasi dari masyarakat. Kami belum bisa memaparkan materi atau kajian. Dari aspirasi ini kami akan analisis dan menyaring lagi. Hari ini, tim kami lainya di Manokwari dan Maybrat. Besok, Sorong kota dan kabupaten,” papar Danang.
Pewarta: Maria Baru
Editor: Arnold Belau