JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Terkendala biaya pengobatan, Benyamin Isak Aidefo (3), warga kampung Botawa, distrik Oudate, kabupaten Waropen, provinsi Papua, penderita kanker ganas stadium 4 belum bisa dirujuk.
Ottow Mundoni, pemerhati kemanusiaan di Waropen, mengaku mengetahui kanker yang diderita Benyamin Isak Aidefo pasca perayaan HUT ke-115 Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) cabang Waropen yang dilaksanakan di Puskesmas Urfas, kabupaten Waropen, Sabtu (20/5/2023) kemarin. Kata Ottow, salah satu dokter menyarankan agar bocah itu segera dirujuk ke Serui untuk mendapatkan pelayanan medis.
“Pada saat acara kemarin, ada dokter yang mengatakan bahwa kanker yang dialami pasien itu sudah stadium empat dan harus segera dilakukan operasi,” katanya kepada suarapapua.com melalui telepon seluler dari Waropen, Minggu (21/5/2023) malam.
Sayangnya, kata Ottow, faktor ekonomi keluarga pasien menjadi kendala utama saat ini. Sebab, pasien belum bisa dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Serui. Apalagi tidak memiliki BPJS Kesehatan.
“Keluarga pasien kendala biaya. Dan BPJS juga sulit dapat ini yang menjadi kendala. Sampai saat ini Benyamin Aidefo belum bisa dirujuk ke Serui,” jelasnya.
Ottow mengabarkan, ia bersama orang tua pasien didampingi petugas Puskemas Botawa akan merujuk Benyamin Aidefo ke Serui, besok, Senin (22/5/2023). Untuk itu, pemerintah daerah Waropen diminta perhatian perhatian lebih buat bocah malang itu mendapat perawatan di RSUD Serui.
“Kami rencana hari Senin besok akan bawa Benyamin Aidefo ke Serui. Masalah BPJS dan biaya pengobatan, kami akan terus mendesak pihak Pemkab Waropen untuk bisa perhatikan. Selain itu, kami juga akan membuka rekening donasi kemanusiaan untuk membantu keluarga pasien. Tetapi kami akan koordinasi dengan pihak keluarga pasien lebih dulu supaya donasinya nanti langsung diterima keluarga pasien,” kata Ottow.

Sementara itu, salah satu petugas medis di Puskesmas Botawa, kabupaten Waropen, mengatakan, pihaknya telah berupaya melakukan yang terbaik untuk kesembuhan pasien ini selama dua bulan terakhir, tetapi mengalami kendala BPJS Kesehatan.
“Kami sudah berupaya supaya pasien dirujuk ke Serui untuk mendapatkan penanganan medis, tetapi memang terbentur dengan pembuatan kartu BPJS yang belum bisa diterbitkan segera,” katanya.
Kartu BPJS Kesehatan dianggap sangat penting bagi pasien apalagi menderita kanker seperti ini.
“Kalau tidak ada BPJS itu biaya pengobatan dan operasi akan sangat mahal. Makanya, sampai saat ini kami masih terus berupaya supaya BPJS segera dikeluarkan agar pasien mendapatkan perawatan lebih lanjut dari rumah sakit Serui,” harapnya.
Informasi yang dihimpun suarapapua.com, Benyamin Isak Aidefo menderita kanker mata sekitar setahun. Selama ini hanya menjalani pengobatan secara tradisional serta pengobatan seadanya dari pihak medis.
Hingga berita ini terbit, belum berhasil upaya konfirmasi ke pihak BPJS Kesehatan tentang penyebab belum diterbitkan kartunya bagi pasien tersebut. []