Komite Nasional Papua BaratKNPB Berduka, Nekenem: Perjuangan Masih Panjang

KNPB Berduka, Nekenem: Perjuangan Masih Panjang

SORONG, SUARAPAPUA.com — Komite Nasional Papua Barat (KNPB) wilayah Mnukwar berduka atas kepergian salah satu anggotanya, Enarius Tagi.

Upacara penghormatan terakhir kepada almarhum Enarius Tagi dilakukan pada 12 November 2024 di kontrakan Dogiyai, Sanggeng, Manokwari, Papua Barat, dipimpin ketua militan sektor Mapega, Mariato Deba.

Pada upacara penghormatan terakhir, Mariato mengatakan, upacara penghormatan sekaligus memberi penghargaan tertinggi kepada pejuang yang telah memberikan pengabdian dan dedikasi bagi rakyat pejuang bangsa West Papua.

Baca Juga:  Kader KNPB Dibekali Dikpol, Warpo: Kurikulum Kami Tidak Pernah Berubah

“Secara hirarki, budaya KNPB ini merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada aktivis KNPB yang telah gugur juga mendarmabaktikan jiwa dan raganya kepada bangsa dan tanah West Papua. Terima kasih atas dedikasi dari Enarius Tagi selama ini,” ucapnya.

Alexander Nekenem, ketua KNPB wilayah Mnukwar mengatakan, meninggalnya Enarius Tagi bukan akhir dari perjuangan kemerdekaan banga Papua.

Baca Juga:  Pengurus KNPB Dogiyai Harus Menjadi Pelopor Bagi Rakyat Papua untuk Terus Berjuang

“Perjuangan harus diwariskan seperti para pelopor pejuang yang telah wariskan kepada kami generasi pejuang dan sekalipun dia meninggal secara fisik, tetapi roh perjuangan akan tetap bersama-sama dengan kami,” ujarnya.

Usai melakukan upacara penghormatan terakhir, jenazah alm. Enarius Tagi diantar ke bandara Rendani Manokwari untuk diterbangkan ke Nabire dan selanjutkan akan dikebumikan di kampung halamannya.

Baca Juga:  Kapolres Nabire Stop Mengkambinghitamkan KNPB Dalam Aksi Penolakan MBG

“Jenazah akan dibawa ke kampung halamannya di Mapia, kabupaten Dogiyai.”

Dari informasi, Enarius Tagi menderita sakit paru-paru sejak 10 Maret 2024. Ia sempat menjalani pengobatan di Puskesmas Amban Manokwari. Saat menjalani pengobatan, almarhum mengikuti program pengobatan. Sayangnya, Tuhan berkehendak lain. Sekira jam 7:30 WP, ia menghembuskan napas terakhir. []

Terkini

Populer Minggu Ini:

Oknum TNI AL Diduga Bunuh Wartawati, FJPI Papua Barat Daya Minta...

0
“FJPI mengutuk keras aksi pembunuhan terhadap seorang wartawati yang diduga dilakukan oleh pacarnya,” tegasnya dalam rilis yang terima suarapapua.com, jumat 28 Maret 2024.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.