Jubir TPNPB Sebby Sambom Tetapkan Lenis Kogoya DPO

0
1459

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Sebby Sambom, juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), menanggapi pernyataan keras Lenis Kogoya, staf khusus Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, yang menyatakan akan menangkapnya hidup-hidup.

Peringatan Lenis Kogoya kepada Sebby Sambom itu disampaikan dari Timika, Papua Tengah, Senin (10/3/2025) kemarin, dalam rangkaian kunjungannya ke beberapa kota/kabupaten di Tanah Papua.

Tak terima dengan pernyataan itu, Lenis Kogoya menurut Sebby Sambom, resmi ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) TPNPB.

“Manajemen markas pusat komando nasional TNPB siap eksekusi mati Lenis Kogoya kapan saja dan dimana saja. Karena pada hari ini kami telah mengumumkan DPO untuk Lenis Kogoya,” ujar Sebby dalam siaran persnya, Selasa (11/3/2025).

Sebby menyatakan, TPNPB bertanggungjawab penuh atas penetapan DPO tersebut.

ads

“Menginstruksikan kepada pasukan 36 Kodap TPNPB segera bergerak dan eksekusi mati. Manajemen pengendali markas pusat TPNPB siap bertanggungjawab,” tegasnya.

Baca Juga:  Mayor Step Tekeipu Gobai Meninggal Dunia, Komnas TPNPB Umumkan Duka Nasional

“Lenis Kogoya telah kami tetapkan sebagai DPO TPNPB karena Lenis Kogoya telah menghianati bangsanya Papua Barat demi kepentingan sesuap nasi dan demi memuluskan kepentingan agenda Jakarta atas bangsa Papua Barat. Dengan mendesak kepada saya selaku jubir TPNPB untuk tidak membatasi program pemerintah Indonesia yang hendak menjalankan program makan bergizi gratis (MBG) kepada pelajar di setiap sekolah di Tanah Papua,” tutur Sebby.

Lenis Kogoya kepada wartawan di Timika, memperingatkan Sebby Sambom berhenti sebarkan hoaks terkait program MBG bagi anak sekolah. Lenis bahkan mengaku akan menangkap Sebby Sambom jika masih keluarkan statemen bahwa makanan di program MBG mengandung zat beracun.

“Jangan sampai masuk isu-isu yang seperti makanan itu diracunlah, genosidalah. Ini penafsiran manusia yang tidak jelas. Orang sesat itu namanya. Siapa itu Sebby Sambom, tidak boleh keluarkan statemen itu lagi. Kalau keluarkan statemen itu lagi., bukan aparat, bukan masyarakat, tapi Lenis yang cari dia. Saya tangkap dia hidup-hidup. Lebih baik stop bicara itu,” ujar Kogoya.

Baca Juga:  Komnas TPNPB Sikapi Penyitaan Senjata dan Amunisi di Keerom

Peringatan sama ditujukan ke para pejuang Papua merdeka agar tak mengganggu program MBG yang merupakan program unggulan presiden Prabowo Subianto.

Lenis Kogoya lontarkan peringatan itu merespons pernyataan Sebby Sambom sebelumnya yang menuding makanan dari program MBG di daerah konflik mengandung zat beracun yang akan berdampak buruk terhadap kesehatan anak-anak Papua.

Sebby Sambom mengaku tak semua orang Papua sejalan dengan perjuangan kemerdekaan Papua. Menurutnya, di kalangan kaum terdidik Papua, hanya 5% yang peduli terhadap nasib bangsa Papua.

“Orang Papua memang banyak yang bersekolah, susun gelar muka belakang, tetapi tidak semua orang Papua yang sekolah tinggi itu terlibat dalam agenda pembebasan bangsa Papua Barat. Dan dari semua yang sekolah tinggi itu hanya lima persen yang berjuang untuk Papua merdeka. Karena orang-orang yang sekolah itu hampir semuanya bekerja untuk Indonesia dan mereka kerja untuk mencari sesuap nasi, posisi dan mengamankan diri mereka, lalu sebagian orang Papua juga menjadi penghianat bangsanya dengan bekerja sebagai agen kolonial, BIN, BAIS, Banpol,” tutur Sambom.

Baca Juga:  14 Tahun KNPB Yalimu, Loho: Tidak Akan Mundur Sejengkalpun

“Jadi, perlu ketahui bahwa Lenis Kogoya ini salah satu agen Jakarta penghianat bangsa Papua Barat. Maka tidak ada kata ampun bagi penghianat bangsa Papua Barat.”

Sebby Sambom bahkan mencapnya sebagai budak kolonial.

“Lenis Kogoya menipu Indonesia dengan bahasa murahan agar dia dapat uang dari pemerintah Indonesia. Orang macam ini mental budak kolonial. Jadi budak kolonial karena pengetahuannya rendah, sehingga suka menjual isu-isu murahan tentang isu Papua merdeka untuk hanya mencari makan sesuap nasi,” ujarnya. []

Artikel sebelumnyaTambang di Raja Ampat Mengancam Lingkungan, Ekonomi Masyarakat dan Geopark
Artikel berikutnyaPersatuan Pelaku Usaha Wisata di Raja Ampat: Kami Tidak Makan dari Tambang!