Lagi, Kampus Uncen Dipalang Mahasiswa

“Tadi pagi subuh, sekitar pukul 04.30, sekelompok aparat militer dengan senjata laras panjang dan berseragam preman mengepung asrama mahasiswa Uncen dan menggeledah seluruh isi asrama mulai dari unit 1 sampai dengan unit 6.

“Atas nama seluruh penghuni asrama mahasiswa uncen yang menghuni di asrama rusunawa, kami menyatakan sangat kesal dengan tindakan aparat yang tidak sesuai dengan prosedur hukum yang jelas dan tidak manusiawi,” tutur Komba.

Bahkan, sambung dia, aparat polisi yang melakukan penggeledahan itu melakukan perampasan Handphone milik penghui asrama dan juga ada beberapa mahasiswa yang dipukul oleh aparat.

Menurut Komba, Wakapolda telah mengakui bahwa aparat yang melakukan penggeledahan di asrama Rusunawa tersebut adalah anggota polisi bukan TNI.

“Mereka bertujuan untuk mencari seseorang yang dianggap melanggar hokum dan menurut beberapa informasi yang diterima oleh pihak polisi bahwa orang tersebut ada di asrama uncen Rusunwa sehingga aparat melakukan hal itu untuk mencari dan menangkap orang yang dimaksud,” kata Waterpauw seperti ditirukan Komba.

Lanjut Komba, Waterpauw juga sarankan kepada mahasiswa yang mengalami intimidasi dan perlakuan tak adil dari aparat yang melakukan penggeledahan itu melaporkan kasus itu sebagai kasus criminal kepada pihak kepolisian.

Dan juga, lanjut waterpauw, kami akan memanggil TNI, pihak lembaga Uncen, perwakilan mahasiswa, walikota dan aparat kepolisian untuk mencari solusi yang baik guna menyelesaikan persoalan ini.

Selain itu, ia juga meminta maaf atas perlakuan anggotanya yang melakukan tindakan yang melanggar hokum diantaranya adalah melakukan diskriminasi terhadap mahasisawa dan melakukan penggeledahan di asrama mahasiswa tanpa sepengetahuna pihak lembaga uncen maupun para penghuni asrama.

Sementara itu, mahasiswa tetap menolak militer masuk di lingkungan kampus Uncen karena masih trauma dengan peristiwa penembakan almarhum Mako Tabuni dan penyisiran yang dilakukan oleh aparat pasca peristiwa itu.

Sehingga, mahasiswa menilai kehadiran militer terutama di lingkungan kampus merupakan suatu hal yang tidak wajar karena kampus uncen punya menwa kampus dan kehadiran para aparat di lingkungan kampus uncen dinili mengganggu aktifitas belajar mahasiswa di lingkungan kampus uncen.

Pantauan suarapapua.com, aktifitas dilingkungan kampus tidak berjalan karena kampus uncen lama yang terletak di Abe dipalang dan kampus baru yang terletak di Waena pun dipalang juga.

ARNOLD BELAU

Shortlink:

Posted by on October 16, 2012. Filed under PAPUA, TANAH PAPUA. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>