Arsip18 Dokter Internship di Jayawijaya Gelar Baksos Untuk Warga

18 Dokter Internship di Jayawijaya Gelar Baksos Untuk Warga

Senin 2015-11-16 08:56:15

WAMENA, SUARAPAPUA.com — Peduli akan kondisi masyarakat di kampung Tulem, Distrik Witawaya, Kabupaten Jayawijaya, Papua, 18 dokter internship Program Kementerian Kesehatan RI gelar Bakti Sosial (Baksos), dengan tema Bakti Kasih Untuk Papua.

Kegiatan bakti sosial sendiri diantaranya, pengobatan gratis, penyuluhan kesehatan dan pembagian Sembako (Sembilan Bahan Pokok) bagi masyarakat kampung Tulem.

 

Dokter Fenny Kurniawan, Ketua Panitia Bakti Kasih untuk Papua kepada suarapapua.com mengatakan, rencana Baksos sendiri sudah direncanakan beberapa bulan lalu.

 

Alhasil, kata dr. Kurniawan, pihaknya mendapatkan bantuan dari Unilever, Biskuit Regal dan GSJA Philadelpia Wamena, sementara bantuan obat-obatan dari Dinas Kesehatan Jayawijaya dan Puskesmas Kurulu.

 

“Kami diberi bantuan oleh Unilever berupa sikat gigi, odol, sabun mandi lifeboy dan biscuit dari Biscuit Regal serta GSJA Philadelpia. Kalau obat-obat dari Dinas Kesehatan Jayawijaya dan Puskesmas Kurulu,” kata dr. Kurniawan di Wamena.

 

Ia menjelaskan, semua bantuan itu pihaknya salurkan langsung ke masyarakat di kampung Tulem pada, Sabtu (14/11/2015). Dimana, seluruh masyarakat Tulem berpartisipasi dalam kegiatan Baksos ini.

 

Menurut dr. Kurniawan, kegiatan Baksos dilakukan karena melihat kondisi kesehatan yang semakin suram bagi masyarakat Jayawijaya, termasuk pendidikan yang tidak mendapatkan perhatian serius.

 

“Awalnya kami lihat-lihat yang kurang disini itu pendidikan dan kesehatan, jadi kami berpikir kami sebagai dokter bisa memberikan bantuan berupa obat-obatan, akhirnya kami lakukan Baksos ini.”

 

“Selama ini kita lakukan di rumah sakit kan untuk penilaian diri kita sendiri, jadi dari diskusi ada yang kita bisa lakukan, ya kita sebagai dokter bisa lakukan Baksos untuk orang, ya ini bentuk bantuan pada orang lain itu,” katanya.

 

Selain itu, pihaknya berharap Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat berikan perhatian kepada pendidikan dan kesehatan di Papua, terutama di Jayawijaya.

 

“Kami berharap pemerintah lebih perhatikan bidang pendidikan dan kesehatan, apalagi kampung Tulem itu kita lihat tidak terlalu jauh dari kota Wamena, tetapi sayang pelayanan kesehatannya kurang, dan listriknya baru mau masuk,” ungkap Kurniawan.

 

Rencana kedepan, kata dia, dokter-dokter muda dari berbagai perguruan tinggi di daerah Jawa dan Sumatera ini melakukan kegiatan serupa di Lanny Jaya.

 

Untuk diketahui, 18 dokter internship sedang bertugas di RSUD Wamena dan Puskesmas Hom-Hom dan mereka sudah 6 bulan di Jayawijaya sejak Mei 2015 dan akan berakhir pada Mei 2016.

 

Editor: Oktovianus Pogau

 

ELISA SEKENYAP

1 KOMENTAR

Terkini

Populer Minggu Ini:

Warga Bibida Mengungsi ke Pastoran Madi, Pemuda Katolik Desak Penanganan Cepat

0
“Pihak TNI-Polri dan TPNPB OPM harus menahan diri agar tidak mengorbankan masyarakat sipil di distrik Bibida,” ujarnya dalam siaran pers yang dikirim ke suarapapua.com, Sabtu (15/6/2024).

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.