ArsipFMJ-PTP Minta DPRP Bertanggungjawab Atas Pernyataan Hj. Syamsinar

FMJ-PTP Minta DPRP Bertanggungjawab Atas Pernyataan Hj. Syamsinar

Kamis 2015-02-12 18:30:30

WAMENA, SUARAPAPUA.com — Forum Masyarakat Jayawijaya se-Pegunungan Tengah Papua (FMJ-PTP mengaku heran dengan pernyataan salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), Syamsinar, yang mengatakan bahwa masyarakat di Wamena mendukung kehadiran Markas Komando (Mako) Brimob.

“Kami menilai bahwa keputusan dan pernyataan yang dikeluarkan oleh ketua tim DPRP Papua, Haji Syamsinar itu merupakan keputusan sepihak,” kata Muli Wetipo, juru bicara FMJ-PTP kepada wartawan, Rabu (11/2/2015) di Wamena.

Menurut Wetipo, pernyataan yang dimuat di salah satu Koran di Papua itu sangat tidak mendasar sama sekali, karena tidak sesuai dengan kenyataan yang ada di Wamena. (Baca: Kepala Suku dan Tokoh Agama di Wamena Tolak Pembangunan Markas Brimob).

”Masa dia (Syamsinar) bilang tempat pembangunan Mako Brimob itu akan direhap, padahal yang ada hanya kebun-kebun." (Baca: FSRJ: Pemda Tidak Bangun Sarana Pendidikan dan Kesehatan, Justru Bangun Mako Brimob?).

 

"Tempat dan lokasi yang dia sebut juga salah-salah dan jalan yang ia sebut juga salah-salah. Jadi kami menilai, dia melakukan investigasi secara sepihak, tanpa melibatkan tim lain,” tegas Wetipo. (Baca: Theo Hesegem: Tidak Perlu Lagi Hadirkan Brimob di Jayawijaya!).

Selain itu, kata Wetipo, anggota DPRP yang bersangkutan mengaku sempat bertemu dengan masyarakat Wamena. "Masyarakat yang mana, saya kira pernyataan seperti ini bisa coreng nama baik lembaga, karena dia bicara atas nama lembaga," kata Wetipo. (Baca: Tolak Pembangunan Mako Brimob, FSRJ Gelar Demo di Kantor DPRD Jayawijaya).

 

Karena itu, Muli mengatakan, FMJ-PTP minta agar anggota DPRP yang bersangkutan bertanggung jawab terhadap pernyataan di media massa, dan melakukan klarifikasi secepatnya. (Baca: Mahasiswa Jayawijaya Tolak Pembangunan Mako Brimob di Wamena).

 

“Kami bisa bilang anggota DPRP ini datang untuk kepentingan sendiri dan secara sepihak, karena sama sekali tidak ada komunikasi dengan masyarakat, terus keluarkan pernyataan di media."

 

"Kami minta pak Syamsinar segera buat klarifikasi di media massa, agar pernyataan itu jelas, dan tidak melukai hati kami yang sedang berjuang menolak pembangunan Mako Brimob,” tegas Muli.

 

Editor: Oktovianus Pogau

ELISA SEKENYAP

Terkini

Populer Minggu Ini:

Menteri Perempuan Fiji Lynda Tabuya Menyerukan Undang-Undang Online yang Lebih Kuat

0
"Dunia ini tidak adil dan sebagai perempuan dalam politik, kami menghadapi banyak ketidakadilan dan ketidakadilan. Namun saya pikir hal ini juga membuat kami lebih bertekad untuk berdiri dan didengar," tambahnya.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.