ArsipAparat Tangkap Lima Aktivis KNPB di Yahukimo 

Aparat Tangkap Lima Aktivis KNPB di Yahukimo 

Selasa 2016-04-12 06:11:26

SEMARANG, SUARAPAPUA.com — Dikabarkan, di Yahukimo, aparat dari Polres Yahukimo telah menangkap lima aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB) wilayah Yahukimo saat bagikan selebaran himbauan aksi demonstrasi nasional rakyat Papua yang akan dilaksanakan pada 13 April 2016.

“Hari ini lima aktivis KNPB Yahukimo sudah ditangkap oleh aparat waktu bagi selebaran. Kami sekarang sedang kumpul dan bicara dengan hamba-hamba Tuhan dan pater John Jonga untuk membantu mediasi dengan aparat supaya lima aktivis yang ditangkap tadi dikeluarkan,” ungkap Markus Suhun, aktivis KNPB Yahukimo kepada suarapapua.com, Selasa (12/4/2016).

 

Suhun menjelaskan, aparat datang dengan mobil dan dengan perlengkapan senjata lengkap dan tangkap tanpa alasan.

 

“Aparat datang dengan perlengkapan lengkap. Seperti orang yang mau perang. Dan setelah ditangkap lima aktivis KNPB ini sedang ditahan di Polres Yahukimo,” ujarnya.

 

Sementara itu, sekretaris umum KNPB Pusat, Ones Suhun saat dikonfirmasi suarapapua.com membenarkan bahwa kepolisian Republik Indonesia kembali menangkap 5 Aktivis KNPB wilayah Yahukimo pada tanggal 12 April 2016 di Dekai Yahukimo. Penangkapan itu terjadi pada saat anggota KNPB sedang bagi selebaran aksi 13 April 2016 untuk mendukung ULMWP menjadi anggota penuh MSG.

 

“Penangkapan tersebut terjadi pada pukul 12 siang. Lima aktivis tersebut sementara sedang ditahan di Polres Yahukimo,” ujar Suhun.

 

ARNOLD BELAU

Terkini

Populer Minggu Ini:

Leg Kedua Sore Ini di Biak, Persiraja Siap Dipulangkan PSBS

0
“Lawan Persiraja Banda Aceh di leg kedua menarik disaksikan. Bagi kami, target tiga poin sudah pasti. Kami mau berikan yang terbaik. Doakan kami agar pertandingan berjalan baik dan sudah pasti apa yang kami bisa kerjakan siap laksanakan di lapangan hijau,” ujar Regi Aditya Yonathan, pelatih kepala PSBS Biak.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.