ArsipTim PAMN Paniai Mencatat 115 Orang Meninggal Akibat Miras

Tim PAMN Paniai Mencatat 115 Orang Meninggal Akibat Miras

SeninĀ 2016-01-18 07:34:13

PANIAI, SUARAPAPUA.com — Tim Peduli Anti Miras dan Narkoba (PAMN) Kabupaten Paniai mencatat, pemuda-pemudi asal Paniai yang meninggal akibat konsumsi minuman keras (Miras) sejak tahun 2002 hingga 2015 sebanyak 115 orang.

Rion Bunai, Wakil Ketua Tim PAMN, kepada suarapapua.com, mengatakan, 115 orang yang meninggal merupakan catatan kotor yang berhasil dihimpun oleh timnya.

 

“Kami dari tim sudah mencacat ada 115 orang yang meninggal hanya karena minum miras. Sedangkan di luar dari sepengetahuan kami, itu tidak tahu berapa banyaknya kalau dijumlahkan,” kata Rion di Enarotali, kemarin sore (17/1/2016).

 

Rion jelaskan, dari 115 orang yang meninggal bukan hanya laki-laki, perempun pun ada. Rata-rata usia mereka, antara 17 sampai 25 tahun.

 

“Memang laki-laki lebih dominan, tetapi perempuan juga tidak kalah banyaknya,” kata pemain Persipani Paniai ini.

 

Lanjut Rion, agar korban tidak bertambah lagi, timnya yang dibentuk pada 17 November 2015 ini, akan bekerja lebih ekstra. Caranya, semua aturan yang sudah dibuat dan ditetapkan bersama akan dipertegas.

 

“Siapapun dia yang minum dan mengedarkan, bila kedapatan, kami dari tim akan beri sanksi sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan. Dan kamipun tidak pandang bulu, entah dia pejabat daerah ataupun aparat keamanan,” ujar Rion.

 

Sanksinya, bagi peminum, babi satu ekor, dan didenda uang tunai sebesar Rp25 juta serta ditahan selama 1 tahun. Sedangkan untuk pengedar, sanksinya, babi satu ekor, uang tunai sebesar Rp50 juta dan ditahan dalam penjara 2 tahun.

 

Timnya mengambil sikap demikian, menurut dia, karena dengan meninggalnya 115 orang itu, telah mengurangi sumber daya manusia (SDM) di Papua khususnya di daerah Paniai.

 

“Kami tegas, karena orang Papua lebih khususnya di Paniai semakin habis. Jangan hanya karena miras, kita generasi penerus bangsa mati bodoh-bodoh. Kalau barang lain itu kan bisa diganti, tetapi manusia tidak bisa. Karena itu, harus ada upaya pencegahan seperti ini,” beber Rion Bunai yang sering dipanggil Pugo Bunai ini.

 

Untuk itu, Rion berharap, kedepan timnya bisa dibuatkan sekretariat dan penetapan anggota tim secara sah dari pihak Pemerintah, Kapolres dan Danramil 1705 Paniai.

 

Tujuannya, kata dia, agar antara tim dan pihak berwenang di Kabupaten Paniai dapat bekerja sama serta terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan bersama.

 

“Bapak Bupati sudah bilang kalau akan bantu buat sekretariat, kalau sudah jadi, saya harap, bupati dan pimpinan aparat keamanan dapat melantik kami secara langsung. Supaya kami tim ada jaminan hukum untuk kerja,” kata Rion.

 

Editor: Oktovianus Pogau

 

STEVANUS YOGI

Terkini

Populer Minggu Ini:

Koalisi Masyarakat Sipil Tolak Tanda Kehormatan Kepada Jenderal Terduga Penjahat Kemanusiaan

0
Presiden untuk membatalkan rencana pemberian pangkat kehormatan terhadap Prabowo Subianto yang diduga terlibat dalam kasus penculikan dan penghilangan orang secara paksa tahun 1997-1998;

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.