ArsipBangun Pendidikan Harus dengan Cinta Kasih

Bangun Pendidikan Harus dengan Cinta Kasih

Minggu 2016-02-21 14:05:08

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Yona Pulalo, inisiator hadirnya Gerakan Papua Mengajar (GPM) mengatakan, untuk membangun peradaban suatu bangsa dimulai dengan pendidikan dan pendidikan itu harus dibangun dengan kasih sayang.

“Peradaban satu bangsa dimulai dengan pendidikan. Jadi kalau bangun pendidikan di Papua ini harus dengan cinta dan kasih. Karena kalau proses pendidikan itu tidak didasari dengan cinta kasih itu tidak bagus. Kalaupun kita cerdas, kalau tanpa didasari oleh cinta itu kurang lengkap,” kata Yona di sela-sela merayakan HUT GPM ke-3 di Pantai Hamadi, Jayapura, Sabtu (20/2/2016). 

 

Menurut Yona, menjadi pendidik itu tidak mudah. Karena setiap pendidik harus peduli pada siapa pun termasuk para murid dan orang lain di luar lingkungan sekolah. Selain punya sifat kepedulian, pendidik juga mesti memiliki rasa kecintaan pada pendidikan dan peserta didik yang dibimbing.

 

“Pendidikan yang baik itu pendidikan yang dalam proses berpendidikan didasari dengan cinta kasih. Sehingga tercipta suasana kekeluargaan, tercipta rasa saling peduli dan ikatan emosional antara murid dan guru dekat. Sehingga pendidikan dapat bertumbuh dan berjalan dalam suasana yang baik,” tuturnya.

 

Sementara itu, salah satu orang tua murid mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh GPM baik di Buper maupun Kotaraja.  Karena, menurutnya, kegiatan dari GPM selama tiga tahun ini sangat membantu para murid.

 

“Saya ucapkan banyak terimakasih relawan GPM yang mana sudah dan terus mendampingi anak-anak kami untuk belajar membaca, menulis dan menghitung. Apa yang GPM lakukan itu sangat membantu anak-anak karena di rumah mereka jarang belajar lagi. Sehingga kehadiran GPM ini sangat membantu mereka untuk membaca menulis dan menghitung,” katanya.  

 

REDAKSI

Terkini

Populer Minggu Ini:

Tolak Yonif 762, Warga Tambrauw Palang Pos Satgas 623 di Fef

0
“Pasca kematian Moses Yewen, keluarga dan masyarakat telah menyampaikan pernyataan penolakan kehadiran Yonif 762 di Tambrauw kepada Kodim 1810, DPRD dan bupati Tambrauw. Tetapi Panglima TNI mengeluarkan surat perintah kepada Yonif 762 untuk melaksanakan tugas di Fef. Hal ini yang memicu pemalangan pos Satgas,” ungkapnya.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.