ArsipBenny Giyai: Hentikan Penangkapan Terhadap Mahasiswa Papua

Benny Giyai: Hentikan Penangkapan Terhadap Mahasiswa Papua

Sabtu 2013-11-09 14:35:00

PAPUAN, JAYAPURA— Ketua Sinode Gereja Kingmi di Tanah Papua, Pendeta Benny Giay meminta para petinggi keamanan tidak menangkap para mahasiswa, masyarakat dan aktifis Papua yang menyampaikan aspirasi dengan cara-cara damai.

“Kalau penyampaian aspirasi secara damai itu di sikapi dengan penangkapan-penangkapan, kami kira praktek ini realisasi dari atau mungkin kita kembali ke praktek-praktek orde baru," tegas pendeta Benny, saat memberikan keterangan kepada wartawan, Sabtu (9/11//2013) siang tadi.

Pendeta Benny juga meminta agar para petinggi kemanan di Papua membebaskan para mahasiswa yang ditangkap dalam beberapa hari terakhir.

“Kami minta hentikan penangkapan terhadap mahasiswa dan aktifis serta segera bebaskan para mahasiswa yang jadi tahanan,” tegasnya.

Menurut pendeta Benny, pihaknya sangat prihatin dengan tindakan aparat yang sangat tidak benar. Karena, para aktifits ini menyatakan aspirasi mereka secara damai, dan kemudian harus dilakukan penangkapan.

"Ini di era demokrasi, kenapa harus ada aksi-aksi penahanan seperti itu," tanya pendeta Benny.

“Apapun bahasa pemerintah atau petinggi keamanan kalau cara penanganan terhadapa penyampaian aspirasi masyarakat secara damai itu dilakukan secara kasar. Misalanya dengan penangkapan-penangkapan berarti ini kita lihat sebagai upaya untuk mengadopsi kembali cara-cara represi yang dulu,” tuturnya.

Dikatakan juga, ia sangat prihatin dengan watak petinggi keamanan diatas tanah Papua, yang katanya mendapat pendidikan yang tinggi, namun bersikap seperti kanak-kanak.

"Sudah sarjana keatas. Jadi kalau itu petinggi keamanan artinya mengedepankan represi berarti nalar tidak jalan dan Itu yang kami lihat dan dengar,” tegasnya.

”Kan kalau kita lihat para petinggi-petinggi keamanan ini mendapat pendidikan yang luar biasa di luar negeri, kemudian mendapat predikat cum laude. Tapi kalau penanganan masyarakat yang menyampaikan aspirasi dengan cara seperti ini. Berarti itu macam ada jarak antara pendidikan tinggi dengan praktek-praktek di lapangan,” tegas pendeta Benny.

“Bagaimana bisa menangani massa atau mungkin psikologi massa tidak jalan. Karena polisi dan tentara mereka belajar psikologi masa dan psikologi sosial itu sa pikir mereka harus dapat kursus lagi. Kami minta hentikan penangkapan terhadap mahasiswa dan aktifis serta segera bebaskan para mahasiswa yang jadi tahanan,” tutupnya.

Sebelumnya, seperti dilaporkan National Papua Solidarity (NAPAS), pada tanggal 6 November 2013, aparat kepolisian menangkap 15 aktifis mahasiswa di depan Kantor Majelis Rakyat Papua.

Dan kemudian, pada tanggal 7 November 2013, aparat kepolisian kembali menangkap 17 orang mahasiswa di depan Rekrot Universitas Cenderawasih Papua, yang disaksikan langsung oleh rektor Uncen, Karel Sesa.

ARNOLD  BELAU

Terkini

Populer Minggu Ini:

Koalisi Masyarakat Sipil Tolak Tanda Kehormatan Kepada Jenderal Terduga Penjahat Kemanusiaan

0
Presiden untuk membatalkan rencana pemberian pangkat kehormatan terhadap Prabowo Subianto yang diduga terlibat dalam kasus penculikan dan penghilangan orang secara paksa tahun 1997-1998;

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.