ArsipLukas Enembe: Pembangunan Sektor Kesehatan Menopang Pembentukan SDM yang Handal

Lukas Enembe: Pembangunan Sektor Kesehatan Menopang Pembentukan SDM yang Handal

KamisĀ 2016-04-21 03:24:51

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Gubernur Papua, Lukas Enembe, mengatakan, pembangunan sektor kesehatan yang didanai oleh dana Otsus turut menopang pembentukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal di Papua.

Hal ini disampaikan Gubernur dalam kaitannya presentasi para Bupati/Walikota pada Rapat Kerja Gubernur dengan Bupati/Walikota se-provinsi Papua baru-baru ini di Jayapura.

 

Dijelaskan, dari presentasi para bupati dalam raker tersebut, terlihat bahwa angka harapan hidup dari tahun ke tahun terus meningkat. Seperti di Kabupaten Keerom, Angka Harapan Hidup pada tahun 2012 sebesar 65,92, meningkat menjadi 65,93 pada 2013 dan 65,99 pada tahun 2014. Meningkatnya Angka Harapan hidup didukung oleh besarnya dana Otsus yang dialokasikan untuk bidang kesehatan.

 

15% dari dana otsus yang diterima setiap tahunnya dialokasikan untuk bidang kesehatan ini. Pada Tahun 2013 dana bidang kesehatan sebesar Rp. 15.726.518.000, tahun 2014 Rp. 17.146.900.800 dan 2015 Rp. 13.998.491.000 dialokasikan untuk mendukung program-program seperti pengadaan obat-obatan, peningkatan pelayanan kesehatan di puskesmas-puskesmas, pelaksanaan imunisasi secara rutin, pemberian makanan tambahan dan vitamin bagi balita dan ibu hamil, pemberian pelayanan implan bagi ibu-ibu asli papua serta peningkatan intensitas penyuluhan kesehatan bagi masyarakat.

 

Di Kabupaten Tolikara juga menunjukkan pelaksanaan program bidang kesehatan yang terus membaik. Angka Harapan hidup juga terus meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2013 Angka Harapan Hidup di Tolikara 64,64 dan tahun 2014 menjadi 64,66. Pemerintah Daerah Tolikara mengirim Dokter, perawat dan bidan untuk magang di beberapa Rumah Sakit di luar Papua, kerjasama pendidikan dengan AKES (D3 Keperawatan), memberikan Jaminan Jesehatan Pasien Penduduk Miskin melalui PT. ASKES, Operasionalisasi Puskesmas Plus Karubaga, pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS, pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil.

 

“Dana Otsus untuk bidang kesehatan di Kabupaten Tolikara dari tahun 2013 Rp. 17.364.875.000 meningkat menjadi Rp. 22.469.377.000 pada tahun 2014 dan Rp. 21.204.107.350 tahun 2015,” jelasnya.

 

Gubernur senang dengan perkembangan bidang kesehatan yang terus membaik, meskipun juga tidak dipungkiri masih ada keluhan-keluhan yang muncul berkaitan dengan pelayanan yang diberikan oleh Puskesmas maupun Rumah Sakit.

 

“Angka Harapan Hidup di Kabupaten/Kota menunjukkkan grafik yang terus meningkat. Hal ini berarti upaya-upaya pembenahan kesehatan masyarakat, baik melalui sosialisasi pola hidup sehat, pelayanan kesehatan di tingkat Pustu (Puskesmas Pembantu), Puskesmas dan Rumah Sakit Daerah sudah berada pada rel yang benar. Tinggal pembenahan-pembenahan terhadap keluhan-keluhan yang disampaikan oleh masyarakat perlu menjadi perhatian agar masyarakat benar-benar puas dan merasakan peran penting dan keseriusan pemerintah dalam melakukan pembangunan di segala sektor dan bidang,” urainya dalam siaran pers yang diterima suarapapua.com, Kamis (21/4/2016)

 

Lanjut Enembe, “Saat ini masyarakat juga sudah banyak memanfaatkan jasa Bidan untuk melahirkan. Di Tolikara misalnya, angka kematian bayi ibu melahirkan sudah semakin kecil, berat badan lahir bayi juga semakin meningkat rata-rata 2,8 sampai 4,5 kg. Di Lanny Jaya juga grafiknya menunjukkan hal yang sama, jumlah kelahiran semakin meningkat, tetapi jumlah kematian bayi dan ibu melahirkan semakin kecil.”

 

Gubernur berharap dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat tentang hidup sehat dan didukung dengan penyiapan sarana dan prasarana kesehatan yang semakin baik oleh pemerintah, Papua dapat dari awal menyiapkan generasi emas yang handal yang nantinya akan mengharumkan nama Papua.

 

“Jika program di bidang kesehatan semakin berhasil, maka kita dapat menyiapkan SDM Papua yang handal sejak dini, sejak dalam kandungan dengan memberikan vitamin yang cukup, sehingga nanti bayi-bayi yang lahir akan tumbuh sehat dan siap untuk dibentuk menjadi SDM handal melalui program-program di bidang pendidikan. Jadi ini saling menopang,” tulisnya.

 

 

ARNOLD BELAU

Terkini

Populer Minggu Ini:

Referendum Vanuatu Berupaya Menanamkan Stabilitas Setelah Pemerintahan Terbuka

0
"Vanuatu memiliki sistem pemerintahan yang demokratis, tetapi ketika referendum berfokus pada penghapusan hak konstitusional seorang anggota Parlemen, apakah kita masih berada di negara demokrasi?" kata seorang pengguna bernama Peserta Anonim di grup Facebook Yumi Tok Tok Stret.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.