ArsipPengidap HIV/AIDS di Kabupaten Dogiyai Capai 40 Orang

Pengidap HIV/AIDS di Kabupaten Dogiyai Capai 40 Orang

Jumat 2014-11-28 09:26:45

NABIRE, SUARAPAPUA.com — Kepala Puskesmas Pratama Moanemani, dr. Hermawan Sutrisno mengatakan, pengidap HIV/AIDS di Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua, hingga November 2014 telah mencapai 40 orang.

Jumlah tersebut ditemukan usai pemeriksaan yang dilakukan petugas medis di Laboratorium Voluntary Counseling Test (VCT) sejak 5 November – 20 November 2014 di Moanemani.

 

“Kami baru buka laboratorium VCT itu awal November, dari jumlah pemeriksa 184 orang, yang positif HIV/AIDS berjumlah 40 orang, sisanya negatif, sebelumnya pemeriksaan dilakukan di Nabire," kata Sutrisno, kepada media ini, belum lama ini di Nabire, Papua.

 

Sutrisno menjelaskan, semua penderita berada pada tingkat usia produktif, dan semuanya berasal dari putra asli Dogiyai.

Dikatakan, laju pengidap virus HIV/AIDS ini menunjukkan bahwa jumlah warga Kabupaten Dogiyai yang tertular virus mematikan ini terus bertambah, dan hampir merata di semua distrik di Dogiyai.

 

Menurut Sutrisno, cara pencegahan yang paling tepat adalah tidak melakukan hubungan seks bebas, apalagi belum menikah secara resmi.

 

“Juga tidak boleh ganti-ganti pasangan dalam berhubungan seks, terutama terhadap kelompok risiko tinggi maupun orang yang belum dikenal, sebab ini sangat berbahaya.”

 

“Kami juga ingin membangkitkan kesadaran tentang bahaya HIV/AIDS, karena itu diperlukan kerja sama dan bantuan dari pemerintah daerah, agar hal ini dapat teratasi,” ujarnya.

Dikatakan, penanggulangan HIV/AIDS adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas para medis, dokter atau LSM yang selama ini peduli terhadap bahaya HIV/AIDS.

“Kita masuk ke dalam kelompok masyarakat dan menggunakan gaya bahasa daerah untuk kasih tau dampak penyakit mematikan ini agar mereka bisa mengerti dengan baik,” katanya.

 

Dokter yang bertugas di Dogiyai ini menjelaskan, bagi para penderita HIV/AIDS, petugas medis selama ini rutin memberikan obat ARV, termasuk merujuk ke Rumah Sakit di Paniai maupun Nabire yang bisa melakukan perawatan secara intensif.

 

“Sejauh ini belum ada yang meninggal, pencegahaan terus kami lakukan, agar dapat sedikit membantu para penderita,” katanya.

Sebelumnya, seperti ditulis media lokal di Nabire, peresmian laboratorium VCT di Dogiyai dilakukan oleh Asisten I, Drs Anton Iyowau, di Puskesmas Pratama Moanemani, sejak 5 November 2014 lalu.

 

OKTOVIANUS POGAU

Terkini

Populer Minggu Ini:

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.