ArsipPeringati Hari Aneksasi, KNPB Lapago Akan Gelar Aksi Doa Bersama

Peringati Hari Aneksasi, KNPB Lapago Akan Gelar Aksi Doa Bersama

Sabtu 2016-04-30 11:50:11

WAMENA, SUARAPAPUA.com — Surat pemberitahuan rencana aksi peringati hari aneksasi atau hari “dimasukannya paksa Papua Barat ke Indonesia” oleh KNPB Wilayah Lapago dibatasi Kapolres Jayawijaya, AKBP Semmy Ronny TH Abaa, Sabtu (30/4/2016).

Namun, KNPB Wilayah Lapago atau wilayah pegunungan tengah Papua akan tetap gelar aksi yang sudah direncanakan secara menyeluruh dari Sorong sampai Samarai itu.

 

Selain peringati hari aneksasi, dalam aksi itu pihaknya juga mendukung keanggotaan penuh ULMWP di MSG dan menolak keanggotaan Indonesia dari MSG serta pertemuan International Parliamentarians for West Papua (IPWP) yang hendak diselenggarakan di Inggris.

 

“Aksi itu akan kami lakukan tepat hari Senin tanggal 2 Mei 2016, walaupun kami ditolak untuk tidak melakukannya. Ini aksi nasional dari pimpinan KNPB pusat sebagai media rakyat Papua Barat, sehingga kami akan tetap laksanakan,” kata Harry Kossay, Koordinator Lapangan (Korlap) aksi KNPB Wilayah Lapago atau pegunungan tengah Papua di Wamena kepada suarapapua.com, Sabtu (30/4/2016).

 

Sebelumnya Harry menjelaskan, Kapolres Jayawijaya tidak menerbitkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) untuk KNPB Lapago. Dimana, pihaknya (KNPB Lapago) bersama Tapol Papua, Linus Hiluka diundang oleh Kapolres di Polres Jayawijaya atas surat aksi yang diajukan KNPB, namun ketika pihaknya ke Polres Jayawijaya, Kapolres tidak menerima mereka dengan baik dan tegas menolak rencana aksi tersebut.

 

“Dia (Kapolres) melarang dan mengatakan bahwa KNPB tidak terdaftar di Kesbangpol, sehingga aksi yang mau dilakukan KNPB yang benar-benar menentang NKRI tidak akan diijinkan. Tetapi kami sesuai arahan KNPB Pusat akan lakukan aksi, karena ini menjadi aksi nasional dan internasional,” ujar Kossay.

 

Aksi sendiri, kata Kossay, akan diadakan di sekretariat KNPB wilayah Laapago dalam bentuk doa yang selama ini biasa diselenggarakan oleh KNPB Lapago, termasuk aksi lain yang akan dirangkai didalamnya.

 

Mardi Hiluka, salah satu anggota KNPB mengakui, pihaknya mengantar surat pemberitahuan dengan terhormat ke Polres Jayawijaya, tetapi dilarang. Padahal apa yang pihaknya lakukan merujuk pada UUD 1945 Indonesia tentang menyampaikan pendapat di muka umum yang tertuang pada pasal 29, tetapi mereka tidak mengindahkan.

 

“Padahal itu sesuai syarat yang kami sudah ajukan ke mereka (polisi). Jadi mau tidak mau kami akan tetap buat aksi hari Senin tanggal 2 Mei 2016 nanti,” kata Hiluka.

 

Sementara itu, Kapolres Jayawijaya, AKBP. Semmy Ronny TH Abaa ketika dihubungi via pesan singkat mengakui kepada suarapapua.com, dirinya sedang memimpin swiping Sajam dan akan menghubungi kembali. Namun, ketika berita ini ditulis belum ada tanggapannya.

 

 

Editor: Arnold Belau

 

ELISA SEKENYAP

Terkini

Populer Minggu Ini:

KPU Lanny Jaya Gelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Perolehan Suara

0
“Kami harap kepada 39 distrik yang belum pleno di masing-masing distrik, secepatnya diselesaikan untuk selanjutnya bawa hasilnya ke KPU. Ada satu distrik yang sudah kumpul. Kalau batas waktu lewat, pasti KPU dan Bawaslu bersama keamanan akan turun jemput langsung,” ujar Aminastri Kogoya, ketua KPU kabupaten Lanny Jaya.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.