ArsipAgus Kossay: KNPB dan PNWP Tetap Tolak Dialog Papua-Jakarta

Agus Kossay: KNPB dan PNWP Tetap Tolak Dialog Papua-Jakarta

Senin 2015-01-05 12:50:45

TIMIKA, SUARAPAPUA.com — Pengurus Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan Parlemen Nasional West Papua (PNWP), menyatakan sikap menolak dialog Jakarta-Papua, yang sedang diperjuangkan beberapa komponen di tanah Papua.

Hal tersebut diungkapkan ketua I Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Pusat, Agus Kossay, saat menghadiri HUT ke-I Kantor parlemen KNPB Timika, Rabu (31/12/2014) siang.

 

“Kedatangan Presiden RI Joko Widodo untuk rayakan natal nasional, pada tanggal 27 Desember 2014, dan pertemuan yang membahas Dialog Papua-Jakarta dengan tegas kami tolak,” kata Kossay.

 

Menurutnya, agenda perjuangan Papua sudah jelas, karena itu kepada sejumlah komponen yang perjuangkan dialog untuk tidak membuat rakyat Papua bingung.

 

“Jangan hanya karena tragedi di Paniai lalu memanfaatkan moment itu untuk menyelesaikan persoalan Papua hanya dengan Dialog Papua-Jakarta.”

 

“Dialog Papua-Jakarta itu bersumber dari mana? Apakah benar-benar orang yang berjuang merekomendasikan hal itu atau orang-orang yang hanya pemangku kepentingan dan memanfaatkan hal itu untuk memunculkan dialog,” kata Kossay.

 

Menurut Kossay, prinsipnya Rakyat Papua tetap menyatakan sikap bahwa dialog tidak perlu dan tidak penting, karena itu secara resmi KNPB dan PNWP menolaknya. 

 

“Waktu-waktu dialog sudah selesai, dan agenda kita sudah jelas, yaitu penentuan nasib sendiri (Referendum),” tegasnya.

 

Editor: Oktovianus Pogau

 

AGUS PABIKA

Terkini

Populer Minggu Ini:

Pleno Rekapitulasi Perolehan Suara Tingkat Kabupaten Deiyai Siap Digelar

0
“Pleno tingkat distrik sudah selesai semuanya. Terakhir hari ini, PPD Tigi Timur sudah selesaikan pleno rekapitulasi suara tingkat distrik. Lima distrik semuanya tuntas. Setelah ini, nanti lusa, hari Minggu, kita akan selenggarakan pleno tingkat kabupaten,” kata Yulianus Mote, ketua KPU kabupaten Deiyai, Sabtu (2/3/2024).

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.