ArsipDana APBD Kampung Sebesar Rp. 80 Milyar Akan Dikucurkan Tahun Ini

Dana APBD Kampung Sebesar Rp. 80 Milyar Akan Dikucurkan Tahun Ini

Kamis 2015-02-26 18:37:00

WAMENA, SUARAPAPUA.com — Bupati Jayawijaya, John Wempi Wetipo menegaskan, guna mendukung pelaksanaan pembangunan di tingkat Kampung, pemerintah pusat telah mengucurkan dana sebesar Rp. 80 Milyar, dan dana tersebut akan dicairkan dalam tahun 2015.

“Dana Rp. 80 Milyar sudah ada, jadi program APBD kampung itu perencanaan dilakukan oleh warga dan dana itu bisa dipakai untuk rehap sekolah, bangun jalan, dan jembatan, serta pembangunan lainnya,” kata Bupati Wempi, Kamis (26/2/2015).

 

Dengan adanya program APBD Kampung, lanjut Wempi, masyarakat dapat membuat perencanaan sendiri untuk bangun daerahnya tanpa bergantung kepada Pemerintah Kabupaten.

 

Namun, jika ada program yang tidak sempat terakomodir di dalam APBD di tingkat Kabupaten, dapat dimasukan ke dalam APBD Kampung. 

 

Bupati juga menegaskan, dana APBD Kampung yang diberikan bukan untuk digunakan oleh Kepala Kampung, Sekretaris Kampung, maupun aparat kampung, tapi dana tersebut harus benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat.

 

Dalam pelaksanaannya, jelas Bupati Jayawijaya, akan dibentuk tim untuk melakukan pengawasan terhadap setiap program yang telah disusun dan dimasukan ke pemerintah daerah.

 

“Jadi kita akan bentuk tim untuk mengawasi dan memonitor, apakah dana ini benar-benar dipakai sesuai perencanaan atau tidak,” tuturnya.

 

Menurut Bupati Wetipo, dari total dana sebesar Rp. 80 Milyar, akan dibagikan kepada 328 kampung di Jayawiwijaya dan pembagian dana di setiap kampung juga bervariasi, dilihat dari tingkat kesulitaannya, dimana ada kampung yang akan menerima dana berkisar antara Rp. 200 juta hingga Rp. 400 juta.

 

Dikatakan, sebenarnya setiap kampung bisa memperoleh dana sebesar Rp. 750 juta hingga Rp. 1,2 milyar, namun dana yang tersedia saat ini hanya Rp. 80 Milyar, maka ini yang akan dibagikan dan diharapkan kedepan setiap kampung dapat menerima dana dengan utuh.

 

"Kita sangat membutuhkan tenaga administrasi yang bisa kelolah dana-dana itu di kampung, karena kalau tidak bisa bahaya," tegas Wetipo.

 

Sementara itu, Kepala Kampung Walelagama, Distrik Walelagama, Boas Itlay, yang ditemui wartawan di Wamena, Kamis (26/2/2015) mengatakan, pihaknya bersama masyarakat sangat berterima kasih dan menyambut baik program tersebut.

 

“Kami masyarakat senang kalau ada program apa saja yang turun ke kampung, karena itu semua untuk kami masyarakat,” kata Boas.

 

Editor: Oktovianus Pogau

ELISA SEKENYAP

Terkini

Populer Minggu Ini:

Politik Praktis dan Potensi Fragmentasi Relasi Sosial di Paniai

0
Politik praktis ini sebagai satu momentum yang disediakan ruang kepada rakyat, sebagai pemilik pesta atau kegiatan rakyat untuk menentukan nasib hidup ke depannya, dengan memperhatikan masa lalu dan kini atas situs-situs potret HAM yang akan melibatkan dan diatur melalui urusan-urusan atau putusan-putusan dan perjuangan pemimpin mereka yang akan terpilih.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.