ArsipMasyarakat Pecinta Sepak Bola Kecewa Dengan Sikap Menpora

Masyarakat Pecinta Sepak Bola Kecewa Dengan Sikap Menpora

Jumat 2014-12-26 19:29:30

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Merasa terhina atas ucapan mantan pemain tim nasional Indonesia, Rocky Putiray, di program TV Mata Najwa, Masyarakat Papua Pecinta Sepak Bola dan Persipura, menyatakan sikap protes, dan gelar jumpa pers di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (18/12/2014) siang.

Massa juga mendatangi kantor Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), di Senayan, Jakarta. Hal tersebut, dilakukan tidak lama usai dari VVIP SUGBK.

 

"Sayang, Pak Menteri (Imam Nahrawi) tidak ada di tempat. Kami kecewa dengan Menpora yang ikut-ikutan setuju dan mendukung komentar Rocky yang jelas-jelas salah," kata salah satu pendemo dari Masyarakat Papua Pecinta Sepak Bola dan Persipura, Sonny Wanimbo, seperti ditulis situs bolanet.com.

 

Lanjut Wanimbo, Persipura juara dengan perjuangan panjang, tidak ada setingan-setingan juara seperti yang disampaikan dalam program Mata Nadjwa. 

 

"Kami juara dengan perjuangan. Program Mata Najwa di Metro TV jelas menginjak-injak harga diri Persipura. Ironisnya, Najwa menertawakan prestasi kami yang sudah susah payah kami raih," imbuhnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Sonny dan kawan-kawan hanya ditemui Sesmenpora, Alfitra Salamm.

 

Dilanjutkannya, akan terus mencari keadilan. Sehingga, tidak akan pernah tinggal diam.

 

"Kami sudah katakan kepada Sesmenpora agar Menpora hati-hati melakukan dan menghadiri acara. Sebab, banyak program televisi dengan banyak kepentingan," pungkasnya.

 

Editor: Oktovianus Pogau

 

STEFANUS YOGI

Terkini

Populer Minggu Ini:

Mahasiswa Papua di Gorontalo Desak Presiden Jokowi Tarik Aparat Militer dari...

0
Kehadiran aparat TNI di Kabupaten Puncak membuat masyarakat mengalami traumatik dan tidak ada kebebasan hidup walaupun diderah sendiri. Pemerintah Puncak dalam hal ini Pj Bupati, Darwin Tobing untuk tidak tidur, tetapi dengan segera membatasi akses aparat TNI-Polri yang semena-mena di sana.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.