Ini Putra Papua Yang Nominasikan Noken ke UNESCO

Titus Chris Pekey, putra asli Papua penggagas Noken ke UNESCO duduk berdampingan dengan Wakil Menteri Bidang Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Wiendu Nuryanti di Sidang PBB, 4 Desember 2012 (Foto: Ist)

PAPUAN, Jakarta — Titus Chris Pekey, Ketua Lembaga Ekologi Papua, dianggap sebagai salah satu putra asal tanah Papua yang mempunyai gagasan dalam menominasikan Noken sebagai warisan budaya Papua Takbenda  ke UNESCO.

Wakil Menteri Bidang Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Wiendu Nuryanti, turut menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pekey yang mendampingi dirinya selama di berada Paris. 

“Saya menyampaikan terima kepada bapak Titus sebagai putra Papua yang ikut mendampingi saya selama di Paris dalam inskripsi Noken sebagai warisan budaya Papua di UNESCO.”

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wamen, dalam siaran pers yang dikirim ke redaksi suarapapua.com, sore tadi, Rabu (05/12) dari Paris.

Wamen juga menegaskan, pengakuan UNESCO akan mendorong upaya melindungi dan mengembangkan warisan budaya Noken yang dimiliki oleh lebih dari 250 suku bangsa di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Disampaikan juga oleh Wamen, Inskripsi UNESCO ini bukanlah tujuan akhir, melainkan awal upaya untuk bersama-sama menggali, melindungi dan mengembangkan warisan budaya Noken yang penting ini.

“Kami juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan nominasi Noken,” ujarnya.

Titus Pekey, ketika dihubungi media ini mengatakan sangat bangga bisa mewakili masyarakat Papua yang telah memberikan masukan dan mendukung nominasi Noken ke UNESCO.

”Ini suatu kebanggaan untuk saya, untuk masyarakat Papua, dan secara khusus untuk mama-mama asli Papua yang punya keterampilan untuk menganyam noken asal Papua,” katanya.

Pekey, yang juga ahli hukum dan lingkungan Universitas tampil bangga dan berwibawa di ruang sidang Markas UNESCO dengan berbusana adat Papua, lengkap dengan menyandang Noken Anggrek, sebagai tanda kebesaran bagi masyarakat Papua.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada 4 Desember 2012 lalu, Mr. Arley Gill asal Grenada, Ketua Sidang Komite Antar-Pemerintah ke-7 untuk Pelindungan Warisan Budaya Takbenda mengetok palu, dan disambut tepuk tangan dan sorak sorai 640 wakil 148 negara yang memadati Ruang XII di Markas UNESCO.

Dubes Carmadi, Kepala Perwakilan Tetap RI di UNESCO, menjelaskan bahwa inskripsi Noken menambah satu lagi warisan budaya takbenda Indonesia yang telah ditetapkan UNESCO, menyusul Wayang, Keris, Batik, Diklat Warisan Budaya Batik untuk Siswa Sekolah, Angklung, dan Saman.

OKTOVIANUS POGAU

Shortlink:

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>