Kongres Gereja Baptis Dibuka Secara Resmi Oleh Ketua Umum PGBP

Pengurus Sinode Persekutuan Gereja-Gereja BaptisPapua Periode 2002-2012 saat menyatakan kesediaan untuk mengikuti Kongres ke-17 di Wamena, sejak tanggal 09-14 Desember 2012 (Foto: Oktovianus Pogau/SP)

PAPUAN, Wamena — Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua (PGBP), Pdt. Duma Socratez Sofyan Yoman, siang tadi, Senin (10/12) secara resmi membuka Kongres ke-17 PGBP yang rencananya akan berlangsung hingga tanggal 14 Desember 2012 mendatang, di Gereja Baptis Sion, Wamena, Papua.

Dalam sambutannya, Yoman mengatakan alasan PGBP tidak meminta pemerintah untuk membuka kegiatan kongres sebab hal itu sudah menjadi tradisi gereja Baptis sejak melaksanakan kongres pertama kali di Maki, Lani Jaya, tahun 1966. 

“Gereja tidak bisa tunduk terhadap pemerintah, seharusnya pemerintah yang tunduk terhadap Gereja sebab Gereja sudah lebih dulu ada sebelum pemerintah,” kata Yoman disambut tepuk tangan ribuan peserta kongres.

Dikatakan juga, gereja merupakan satu-satunya institusi yang didirikan langsung oleh kristus sendiri, berbeda dengan pemerintah yang dibentuk oleh manusia, maka penutupan nanti tanggal 14 Desember mendatang, harus ditutup secara resmi juga oleh Gereja.

“Namun, saya juga menyampaikan ucapan terima kasih karena perwakilan pemerintah sudah bersedia hadir memenuhi undangan panitia dalam kongres ini,” kata Yoman, yang sudah menjabat sebagai Ketua Umum PGBP selama dua periode sejak 2002 hingga 2012.

Atas nama seluruh jemaat PGPB yang memiliki 280 jemaat serta 30 wilayah pekabaran injil, dan mewakili pengurus sinode, Yoman memukul tifa tanda dibukannya kegiatan kongres ke-17 yang akan berlangsung selama lima hari kedepan.

Ketua Panitia Kongres, Benny Wenda dalam sambutan menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga sebab seluruh jemaat PGBP telah mengirim utusan mereka dari seluruh pelosok wilayah di tanah Papua untuk menyukseskan kegiatan kongres.

Kata Wenda, tiap jemaat telah mengirim dua orang sesuai undangan yang dikirimkan panitia sejak beberapa bulan lalu, dan semua utusan hadir dalam kegiataan akbar pembukaan kongres yang akan diselenggarakan empat hari kedepan.

Wenda juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur Provinsi Papua, dalam hal ini yang diwakili oleh penjabat Bupati Mamberamo Tengah, sekaligus sebagai Kepala Biro Spritual dan Mental Provinsi Papua, Drs Ayub Kayame, sebab sudah bersedia hadir memenuhi undangan panitia.

Bupati Jayawijaya yang diwakili oleh Pjs Sekda, Gad Tabuni dalam sambutannya menyampaikan kebanggaannya sebab kota Wamena dipilih sebagai tempat penyelenggaraan kongres ke-17 PGBP.

Menurut Tabuni, di Jayawijaya sendiri ada 14 denominasi gereja yang diakui secara resmi oleh pemerintah, dan berhasil dirangkul dalam Forum Komunikasi Umat Beragama, yang didalamnya termasuk gereja Baptis Papua.

Terkait berbagai persoalan di Jayawijaya, Tabuni melihat ada dua persoalan yang menjadi masalah utama, yakni seks bebas yang dapat menyebabkan seseorang mengidap penyaki mematikan HIV/AIDS, serta pengaruh minuman keras yang membuat orang mabuk dan merusakan keamanan dan ketertiban kota Wamena.

“Pengidap penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Jayawijaya saat ini berjumlah 1504, di dalamnya ada warga jemaat, gereja punya tugas untuk memberikan pemahaman spiritual yang baik agar mereka dapat menghindarkan diri dari seks bebas,” katanya.

Dikatakan juga, pemerintah daerah tentu akan memberikan dukungan kepada seluruh denominasi gereja yang ada di Jayawijaya, termasuk gereja Baptis, karena itu dirinya mengharapkan gereja Baptis dapat memberikan dukungan terhadap berbagai program yang direncanakan oleh pemerintah.

Tabuni juga mengharapkan, melalui kongres ini, pengurus sinode baru yang akan terpilih nanti dapat memantapkan program kerja yang baik, dan program tersebut dapat dikerjakan sungguh-sungguh untuk mendukung pembangunan di tanah Papua.

“Jangan terlalu banyak program namun tidak dikerjakan, lebih baik program sedikit, tapi dapat dikerjakan sungguh-sungguh,” katanya menutup sambutan.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyerahkan bantuan dari Bupati Jayawijaya beras sebesar 1 ton, serta sejumlah uang yang nominalnya tidak disebutkan.

Sebelumnya, perwakilan 30 wilayah PGBP telah menyatakan kesedian untuk mengikuti kongres ke-17 gereja Baptis sambil menancapkan bendera gereja di depan panggung tempat berlangsungnya kongres.

Adapuan tema kongres yang ditetapkan panitia, “Kita Meminum Air Dari Sumur Kita Sendiri” dengan Sub Thema, “Melalui Kongres ke-17, Kita Mantapkan Otonomi dan Kemandirian Gereja”.

Pantuan suarapapua.com, pembukaan kongres ini dihadiri juga oleh Kapolres Jayawijaya, Dandim 1702 Jayawijaya, Sekda Lani Jaya, Ketua DPRD Jayawijaya, dan Kepala Kantor Kementerian Agama Papua, juga turut hadiri muspida di lingkungan Pemkab Jayawijaya. 

OKTOVIANUS POGAU 

Shortlink:

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>