SD Inpres Wetalak Belum Mulai KBM Pasca Liburan Natal dan Tahun Baru

0
898

WAMENA, SUARAPAPUA.com — Ketidakaktifan Guru mengakibatkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tidak berjalan efektif dan anak-anak siswa terlantar untuk mendapatkan pendidikan di bangku sekolah, khususnya di Sekolah Dasar (SD) Inpres Wetalak distrik Pelebaga Kabupaten Jayawijaya, Papua.

“Sejak libur masuk sampai kini, guru-guru tidak masuk. Bulan Januari sampai Februari ini proses KBM belum aktif juga. Guru-guru semua tinggal di kota. Saya sendiri yang babat rumput di halaman sekolah dengan siswa-siswi sendiri,” ungkap, Agus Hilapok, guru yang mengajar di SD tersebut kepada suarapapua.com di Wamena, tidak lama ini.

Dikatakan, sampai saat ini belum aktif, proses belajar mengajar tidak berjalan baik, kata salah seorang guru kelas kepada wartawan di Sekolah SD Wetalak di Wamena.

Jumlah guru sendiri sekitar 14 termasuk kepala sekolah, dan dua diantaranya nota dinas dan sebagian lain guru tetap.

“Tidak ada guru yang berdomisili di lingkungan sekolah tapi hanya saya sendiri, semua tinggal di kota,” katanya.

Teman-teman guru posisi di kota ataukah karena tidak ada transportasi sehingga mereka tidak hadir, dirinya tidak mengetahu alasan mereka dengan pasti.

“Kalau seperti ini, secara halus matikan karakter anak-anak atau generasi ini dalam hal pendidikan anak. Masa depan anak akan terlantar. Satu dua guru yang datang. Kegiatan proses belajar mengajar tidak aktif berarti mematikan generasi kan,” katanya tegas.

Lanjut dia, “Sementara jumlah siswa 100 lebih dan itu tidak mudah untuk menangani oleh satu orang guru saja. Saya mau sering-sering semua guru hadir boleh.”

“Harapan saya kepada dinas Pendidikan agar, harus jalankan fungsi kontrol dari dinas ka? Untuk teman-teman guru yang ada di Wetalak ini agar kedepan jangan terjadi hal seperti ini lagi. Karena kami semua harus aktif dan mengajar disini. Di tugaskan itu untuk mengajar bukan untuk tinggal saja sante-sante di sana. Satu dua guru saja mengajar dan aktif di sekolah itu tidak adil,” ucapnya.

Sementara itu salah seorang siswa Yonius Wetipo mengatakan bahwa semua guru tidak masuk setiap hari untuk mengajar. Tetapi hanya pak guru Agus yang biasa datang setiap hari.

“Guru-guru itu tidak masuk sampai sekarang, hanya pak guru Agus saja sama-sama kami, di sekolah. Kami biasa hadir terus di sekolah tapi pak guru-pak guru dorang tidak aktif,” ungkap Wetipo.

Sebagai siswa, Wetipo tidak bisa berbuat banyak untuk kelaur dari kondisi tersebut. Walaupun Wetipo dan teman-temannya kecewa karena tidak belajar, Wetipo dan teman-temannya setia menantikan kehadiran guru-guru di sekolah.

“Saya mau guru-guru tolong hadir di sekolah. Saya dan teman-teman sangat butuh para guru untuk belajar. Kami mau belajar,” tegasnya.

 

DIUS KOGOYA