ArsipHUT Ke-14 Fakultas Teknik Lingkungan USTJ Digelar

HUT Ke-14 Fakultas Teknik Lingkungan USTJ Digelar

Selasa 2013-09-10 13:42:00

PAPUAN, Jayapura— Bertempat di Kampus Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ), Senin (9/9/2013), beberapa Mahasiswa, Alumni dan Dosen Fakultas Teknik Lingkungan telah gelar Hari Ulang Tahun Fakultas Teknik Lingkungan yang ke-14.

“Dalam perayaan ulang tahunnya yang ke 14 ini maunya kita gunakan untuk evaluasi, baik secara internal maupun eksternal sejak umur nol hingga tahun ini karena banyak yang musti diperbaiki,” kata Ketua Program Studi Teknik Lingkungan, Erni Winarti SP,MT.

Winarti mengatakan, evaluasi eksternal yang dilakukan yakni evaluasi kurikulum, evaluasi kualiatas SDM dan evaluasi sarana dan prasarana pembelajaran mulai dari Fakultas ini lahir hingga saat ini.

Dikatakan, sejak Fakultas Teknik Lingkungan hadir dan diresmikan pada tanggal 9 september 1999, hingga tahun 2013, telah menghasilkan dan mencetak 156 mahasiswa yang sudah tersebar di seluruh tanah Papua.

Sementara itu, Joko Purcahyo, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan berharap agar kegiatan yang digelar dapat menunjang mahasiswa dalam proses belajar di kampus.

Dirinya juga berharapa agar mahasiswa yang belajar dan selesai dari fakultas Teknik Lingkungan di kampus USTJ dapat memberikan Outcome kepada kampus dan masyarakat.

Sekedar diketahui, HUT Fakulats Teknik Lingkungan yang ke 14 ini telah dideklarasikan Ikatan Alumni Teknik Lingkungan USTJ. Pada perayaan ulang tahun ini pula dihadiri oleh Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Joko Purcahyo. Ketua Program Studi Teknik Lingkungan, Erni Winarti SP, MT, Alumni teknik Lingkungan dan mahasiswa dari fakultas teknik lingkungan USTJ.

ARNOLD BELAU

Terkini

Populer Minggu Ini:

Bangun RS Tak Harus Korbankan Warga Sekitar Sakit Akibat Banjir dan...

0
“Perda kota Jayapura melarang aktivitas pembangunan di atas kawasan resapan air serta adanya Permenkes tentang panduan pembangunan Rumah Sakit, tetapi melihat fakta kenaikan air di kawasan resapan air Lembah Emereuw serta wilayah Kotaraja dan pasar Youtefa, maka sebaiknya pemerintah segera mengambil sikap dengan usulan kami demi hak dan keselamatan warga masyarakat,” tandasnya.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.