ArsipBupati Tolikara Diminta Cairkan Dana Studi Bagi Mahasiswa Se-Jawa dan Bali

Bupati Tolikara Diminta Cairkan Dana Studi Bagi Mahasiswa Se-Jawa dan Bali

Kamis 2014-09-04 16:08:15

PAPUAN, Jayapura — Mahasiswa asal kabupaten Tolikara yang studi di wilayah Jawa dan Bali mengaku kesal dengan tindakan Bupati Kabupaten Tolikara, Usman G. Wanimbo, yang sampai saat ini belum merealisasikan dana pendidikan bagi mahasiswa, khusus yang di Jawa dan Bali.

“Bupati harus memerintahkan kepada dinas supaya mencairkan dana bantuan studi, sebab DPRD sudah putuskan dana untuk mahasiswa 3,5 Milyar, tapi realisasinya sama sekali tidak ada,” kata Sonny Kembu Wanimbo, mahasiswa Tolikara yang studi di Jakarta, saat gelar jumpa pers di Cafe Prima Garde, Abepura, Papua, Kamis (4/9/2014).

 

Kata Sonny, mahasiswa juga kesal terhadap kinerja Kepala Dinas Pendidikan dan mendesak supaya segera diganti, karena telah lalai menjalankan misi bupati, yaitu memperhatikan seluruh mahasiwa yang berasal dari kabupaten Tolikara.

“Kami sangat kesal terhadap pemda Tolikara yang baru. Dalam hal ini Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran,” katanya,

 

Menurut Wanimbo, anggaran pendidikan untuk tahun ini Rp 3 Milyar ditambah lagi dengan dana yang diberikan oleh pemerintah provinsi Papua sebanyak Rp 20 Milyar. Tetapi sampai dengan hari ini belum pernah direalisasiskan.

 

“Jadinya, mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di luar Papua menderita. Masa kontrak untuk kontrakan-kontrakan yang ditepati oleh mahasiswa Tolikara ada yang sudah habis masanya. Ada juga yang akan habis dalam waktu dekat,” ujar Sonny.

 

Lanjut Sonny, bantuan studi untuk mahasiswa juga belum disalurkan hingga hari ini karena pemerintah daerah mengatur semaunya. 

 

"Padahal penyaluran dana itu harus ikuti kalender pendidikan nasional. Agar dana-dana yang diberikan itu bisa digunakan untuk membiayai biaya kuliah,” tuturnya dengan kesal.

 

Wanimbo berharap agar pemerintah provinsi Papua bisa memberikan tekanan kepada pemerintah daerah kabupaten Tolikara.

 

Sementara itu, salah satu mahasiswa Tolikara, Anton Gurik, juga mengatakan mahasiswa harus diperhatikan dengan baik. Karena, nantinya mereka-mereka ini adalah pemimpin-pemimpin besar di Papua lebih khususnya di Tolikara.

 

“Kalo tindakannya begitu, kepala dinas pendidikan harus diganti. Nasib mahasiswa ini harus diperhatikan dengan baik," kata Anton.

 

Menurut Anton, mahasiswa harus dibantu karena mereka merantau untuk menimba ilmu agar nantinya bisa pulang terapkan apa yang mereka peroleh selama belajar untuk membangun kabupaten Tolikara.

 

"Segera perhatikan kebutuhan mahasiswa, karena kasihan dengan banyak mahasiswa Tolikara yang studi putus karena tidak ada bantuan studi, ini sangat miris sekali," ujarnya. 

 

ARNOLD BELAU

Terkini

Populer Minggu Ini:

Referendum Vanuatu Berupaya Menanamkan Stabilitas Setelah Pemerintahan Terbuka

0
"Vanuatu memiliki sistem pemerintahan yang demokratis, tetapi ketika referendum berfokus pada penghapusan hak konstitusional seorang anggota Parlemen, apakah kita masih berada di negara demokrasi?" kata seorang pengguna bernama Peserta Anonim di grup Facebook Yumi Tok Tok Stret.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.