ArsipTahun Ini Dispora Jayawijaya Rencana Bangun Dua Fasilitas Olahraga

Tahun Ini Dispora Jayawijaya Rencana Bangun Dua Fasilitas Olahraga

Kamis 2015-01-29 19:24:30

WAMENA, SUARAPAPUA.com — Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Jayawijaya, Papua, Fatah Yasin mengatakan, pada tahun 2015 ini pihaknya akan membangun dua fasilitas olahraga yang dibiayai dari dana Otonomi Khusus (Otsus).

“Pada tahun 2015 ini kami akan bangun boxing camp dan lapangan bola basket. Tetapi, secara spesifik tempatnya belum ditentukan,” kata Yasin kepada wartawan di Wamena, Selasa (27/1/2015) lalu.

 

Walau pada tahun ini hanya dua kegiatan, ia berharap agar pembangunannya tuntas sesuai rencana.

 

“Dua kegiatan ini pasti akan bermanfaat, sebab jika setiap tahun rutin dilakukan dua kegiatan, pasti beberapa tahun kedepan ada dampak yang baik bagi peningkatan fasilitas olahraga di kabupaten Jayawijaya,” ujarnya.

 

Ditegaskan, berbicara pembinaan olahraga, tentu harus ada fasilitas pendukung. “Jadi, apa yang sudah kami rencanakan ini bagian dari persiapan untuk tempat pembinaan olahraga,” ujar Yasin.

 

Menurut dia, penetapan dua kegiatan di tahun 2015 ini mengingat minimnya persediaan anggaran.

 

Tetapi, Yasin menyebutkan beberapa kegiatan lain pada ini, yakni akan selenggarakan kompetisi sepak bola bagi anak-anak SMP atau disebut Liga Pelajar, serta latihan dasar kepemimpinan bagi generasi muda Jayawijaya.

 

“Hal-hal ini akan kita mulai lakukan pada tahun 2015. Jadi, kita harap agar semua pihak bekerja sama untuk mendukung terlaksananya kegiatan-kegiatan ini karena bermanfaat bagi anak-anak muda di Jayawijaya,” ujar Fatah Yasin.

 

Editor: Mary

 

ELISA SEKENYAP

Terkini

Populer Minggu Ini:

KontraS Mendesak Jokowi Tuntaskan Peristiwa Biak Berdarah dan Hentikan Praktek Impunitas

0
“Mengevaluasi pengerahan aparat keamanan dan kemudian menghentikan berbagai bentuk pendekatan keamanan serta melakukan pendekatan dialog untuk mengakhiri situasi konflik di Papua secara damai,” pungkasnya.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.