ArsipMully Wetipo: Bupati Wempi Wetipo Jangan Bikin Luka Hati Orang Papua

Mully Wetipo: Bupati Wempi Wetipo Jangan Bikin Luka Hati Orang Papua

Jumat 2016-02-26 06:46:39

WAMENA, SUARAPAPUA.com — Pernyataan Bupati Kabupaten Jayawijaya, John Wempi Wetipo yang ngotot pembangunan Markas Komando (Mako) Brigadir Mobil (Brimob) di Kabupaten Jayawijaya, Papua dinilai sangat melukai hati rakyat dan masyarakat Papua di Pegunungan Tengah Papua.

Penegasan itu disampaikan ketua FMJ-PTP, Mully Wetipo kepada suarapapua.com melalui sambungan telepon siang tadi, Jumat (26/2/2016) melihat anggota Brimob yang mulai masuk Kabupaten Jayawijaya.

 

Mully mengatakan, Bupati Jayawijaya mesti bijak dan kaji baik apa penyebab orang mabuk dan pencurian penjambretan itu terjadi, bukannya men-judge orang dengan persoalan tidak mendasar lalu menghadirkan Mako Brimob. Karena pembangunan Mako Brimob tidak akan selesaikan persoalan yang ada.

 

“Bupati jangan tambah luka di hati orang Papua dan orang Pegunungan Tengah Papua dengan mendatangkan Brimob. Pak Bupati kalau orang Papua dan orang Wamena mesti tahu persoalan sebenarnya yang terjadi di Wamena, jangan mengada-ada persoalan tidak benar begitu. Kalau hanya orang mabuk dan pencurian, ya ada polisi yang bisa tangani to?” ujar Mully tegas.

 

Ia juga heran, sebab sebelumnya, mengenai persoalan Mako Brimob sudah dibicarakan di DPRD dan keputusan itu sudah ada bahwa tidak akan ditindaklanjuti rencana pembangunan Mako Brimob, tetapi bupati juga ngotot untuk membangunnya.

 

Namun demikian, kata Mully, pihaknya tidak tinggal diam, pihaknya akan terus kawal semua yang terjadi, terutama rencana pembangunan Mako Brimob itu dan rencana menghadirkan anggota Brimob di bula Mei 2016 yang saat ini sudah mulai masuk Jayawijaya.

 

“Kami akan cek ke DPR mengenai keputusan mereka mengenai Mako Brimob yang waktu itu mereka sepakati. Terus apa yang selama ini dilakukan DPR kami juga akan cek. Sedangkan, apakah Bupati sudah koordinasi dengan DPR atau tidak ini belum jelas,” pungkasnya.

 

Selain itu, Mully juga menanggapi pernyataan Bupati Jayawijaya yang menyatakan jika protes harus juga memprotes keberadaan Brimob di kabupaten lain, seperti Lanny Jaya, Yalimo dan Tolikara.

 

Menurut Mully, Pak Bupati harus tahu, protes yang pihaknya lakukan selama ini dialamatkan ke Kabupaten Jayawijaya, karena lokasi rencana pembangunan Mako Brimob itu di Jayawijaya, bukan kabupaten yang disinggung itu.

 

“Lagian, penempatan anggota Brimob di kabupaten lain itu kan sesuai dengan kebutuhan, artinya mereka didatangkan dalam jumlah kecil dengan batas waktu yang singkat juga, sehingga berbeda dengan kondisi rencana menghadirkan Mako Brimob di Jayawijaya.”

 

“Ini Mako Brimob, artinya Markas Komando yang jumlah anggotanya besar dan bukan bersifat sementara, melainkan permanen. Ini akan menunjukan situasi yang kurang baik dan benar, jadi kami tetap menolak dan kami juga akan kejar terus,” tegasnya.

 

ELISA SEKENYAP

Terkini

Populer Minggu Ini:

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.