ArsipULMWP Bersama Tiga Organisasi Perjuangan Gelar Ibadah Syukuran Sambut Hasil PIF

ULMWP Bersama Tiga Organisasi Perjuangan Gelar Ibadah Syukuran Sambut Hasil PIF

Selasa 2015-09-23 04:43:36

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), bersama tiga komponen gerakan, yakni, Negara Republik Federal Papua Barat (NRFPB), Parlemen Nasional Papua Barat (PNWP) dan West Papua National Coalition for Liberation (WPNCL), pada Selasa (22/9/2015), sekitar pukul 14.00 WP, gelar ibadah syukuran.

Beberapa pimpinan organisasi mahasiswa juga tampak hadir bersama seluruh komponen rakyat Bangsa Papua Barat yang merindukan sebuah kebebasan politik, pasca pertemuan di Port Moresby, Papua Nugini, 7-11 September 2015 lalu.

 

Dalam pertemuan 16 negara anggota PIF, saat itu para pemimpin Negara Pasifik menyoroti pelanggaran HAM yang terjadi di Tanah Papua, dan berencana mengirimkan tim pencari fakta ke West Papua.

 

Ev. Nur Yarinap, dalam renungan singkatnya mengajak semua pejuang Papua untuk bersatu tanpa rasa takut kepada siapa pun untuk terus berjuang menyelamatkan umat Tuhan di Tanah Papua.

 

Lebih lanjut, Ev. Yarinap juga mengajak semua pejuang untuk bersatu dalam ULMWP, dalam perjuangan menuju pembebasan nasional bangsa Papua Barat.

 

Sementara itu, salah satu anggota tim kerja ULMWP dalam negeri, Victor F Yeimo mengatakan, ada kemajuan politik yang sangat luar biasa usai deklarasi Saralana dicetuskan akhir tahun 2014 lalu.

 

“Kemajuan itu yakni kita bisa ajukan aplikasi ke Melanesia Spearhead Group (MSG) pada Februari 2015, dan diterima sebagai observer, dan kita juga terus melakukan lobi-lobi di beberapa negara Pasifik dan kini masalah Papua dibahas dalam PIF,” kata Yeimo, yang juga Ketua Umum Komite Nasional Papua Barat (KNPB).

 

“Sekalipun Indonesia membangun diplomasi suap terhadap pemimpin negara-negara Pasifik sebesar 20ribu kina untuk menggagalkan isu West Papua, tetapi atas pertolongan Tuhan, isu West Papua berhasil dibahas dalam pertemuan PIF,” tegasnya.

 

Sementara itu, perwakilan NRFPB, Ev. Edison Waromi mengatakan, rakyat Papua patut bersyukur kepada Tuhan karena ada tanda heran besar yang terjadi dalam perjuangan setelah adanya persatuan.

 

“Tanda heran yang pertama terjadi di Solomon Island, dimana diterima sebagai observer di MSG, sekalipun Indonesia berusaha menggagalkan kita, dan tanda heran kedua isu Papua dapat dibahas dalam forum PIF,” tegas Waromi.

 

Menurut Waromi, saat ini rakyat Papua harus berdoa sambil bekerja, dengan mempersiapkan kekuatan rakyat menyambut kedatangan tim pencari fakta di Papua Barat.

 

Sementara itu, perwakilan PNWP, Eliaser Anggainggom dalam sambutannya mengajak seluruh rakyat West Papua untuk terus berjuang, sebab ULMWP dan tiga komponen perjuangan hanya sebuah alat politik.

 

“Perjuangan dalam negeri harus semakin ditingkatkan, karena rakyat West Papua yang mau merdeka ada dalam negeri,” tegasnya.

 

Sementara itu, Baguma Yarinap mewakili WPNCL mengajak semua organisasi gerakan dan tiga komponen gerakan untuk untuk terus bersatu dalam wadah ULMWP mengawal proses dan persatuan yang telah dibangun.

 

“Indonesia saat ini sedang kerja kersa untuk mematahkan perjuangan kita yang sedang berjalan melalui ULMWP, karena itu kita semua harus mengawal ULMWP kedepannya,” tegas Yarinap.

 

Sementara itu, perwakilan pemuda dan Mahasiswa, Samuel Womsiwor dari Gerakan Mahasiswa, Pemuda dan Rakyat (GempaR), mengatakan, organisasi pemuda dan mahasiswa siap mengawal semua usaha ULMWP menuju pembebasan nasional bangsa Papua Barat.

 

“Pada intinya kami akan terus berjuang di lapangan demi rakyat West Papua, juga memperkuat ULMWP sebagai wadah penyatuan semuah gerakan politik di Tanah Papua,” ujar Womsiwor.

 

Ibadah syukuran dengan tema: “Persatuan dan Kebenaran Membuka Jalan Yang Mustahil Dilalui” yang digelar Dewan Komite dalam negeri ULMWP ini kemudian diakhiri sekitar pukul 17.30 WP, dan dilanjutkan dengan acara makan bersama.

OKTOVIANUS POGAU

Terkini

Populer Minggu Ini:

Hasil GCC: Ratu Viliame Seruvakula Terpilih Sebagai Ketua Adat Fiji

0
“Kami sekarang sampai pada titik di mana melihat hasil kajian ini cukup jelas bahwa selama beberapa tahun terakhir, masyarakat menjadi lebih sadar dalam mencari sesuatu untuk membantu mereka, membimbing mereka maju, terutama kaum muda,” kata Viliame.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.