ArsipBesok, Sidang Perdana Oknum Anggota TNI Yang Tembak Mati Pendeta

Besok, Sidang Perdana Oknum Anggota TNI Yang Tembak Mati Pendeta

Minggu 2013-01-27 09:40:45

PAPUAN, Jayapura — Senin, (28/1/2013) besok, akan digelar sidang perdana dengan tersangka, oknum anggota TNI, yang diketahui menembak mati pendeta wanita, Frederika Metalmeti (38), pada 21 November 2012, di Tanah Merah, Boven Digoel, Papua.

Komandan Korem 174/ATW Merauke, Brigjen TNI Eddy Rahmayadi, ketika dihubungi media ini membenarkan bahwa jadwal persidangan telah dikeluarkan oleh Mahkama Militer Jayapura beberapa waktu lalu.

“Sudah, jadwal persidangan perdana tanggal 28 Januari 2013,” tulis Danrem melalui pesan singkatnya.

Anis Jambormase, salah satu keluarga dari pendeta wanita yang ditembak mati menyesalkan sikap aparat TNI yang tidak mengabarkan informasi tersebut secara jelas kepada keluarga.

“Kami diberitahu hanya melalui SMS saja, bukankah mereka harus sampaikan melalui surat atau datang menemui keluarga dan menyampaikan secara jelas, sebab kami sangat ingin sekali menghadiri jalannya persidangan di Jayapura,” katanya.

Keluarga juga menyesalkan penetapan jadwal persidangan yang terkesan lambat, kemudian digelar sehari sebelum pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua.

“Kami keluarga hanya berharap teman-teman wartawan yang sedang di Jayapura bisa memantau proses persidangan perdana yang akan di gelar nanti, sebab keluarga tak mungkin hadir karena waktu sangat mepet sekali,” tambahnya.

Sebelumnya, diberitakan oleh media ini, pada tanggal 21 November 2012, dua orang oknum anggota TNI menembak mati pendeta wanita Frederika Metalmeti tak jauh dari markas kepolisian di Tanah Merah.

Ketika keluarga menemui salah satu petugas Rumah Sakit yang melakukan otopsi terhadap jenazah korban, ditemukan luka tembak, serta luka memar di sekujur tubuh korban.

Ada tiga tembakan, dikepala korban, dada sebelah kiri, lengan sebelah kanan, kemudian ada luka memar dan sayatan alat tajam di muka korban.

OKTOVIANUS POGAU

Terkini

Populer Minggu Ini:

PNG dan Indonesia Meratifikasi Perjanjian Pertahanan Untuk Memperluas Kerja Sama Keamanan

0
"Indonesia berharap perjanjian ini akan memastikan kawasan Pasifik yang damai dan stabil dan akan memperkuat hubungan kami dengan PNG," kata Supandy.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.