ArsipNeles Tebay: Pelaku Penembakan di Timika Cepat Diketahui, Sedangkan di Paniai?

Neles Tebay: Pelaku Penembakan di Timika Cepat Diketahui, Sedangkan di Paniai?

Jumat 2015-01-09 20:35:15

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Ketua Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) “Fajar Timur” Jayapura, Pater Neles Tebay, mengatakan, semua kekerasan di Papua terjadi antara Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan aparat TNI/Polri, kecuali kejadian penembakan empat warga sipil di Paniai.

“Semua kekerasan yang terjadi di Papua itu sama, namun yang terjadi di Paniai saya lihat berbeda," ujar Tebay, saat ditemui suarapapua.com, di Padang Bulan, Abepura, Jayapura, Papua, Jumat (9/1/2015).

 

Menurut Tebay, perlawanan dua kubu, yakni, aparat TNI/Polri dan OPM akan terus belanjut sampai kapanpun, walaupun banyak tokoh baik OPM maupun TNI/Polri dibunuh. (Baca: Komnas HAM RI Resmi Bentuk Tim Penyelidikan Pelanggaran HAM di Paniai).
 

“Pemimpin boleh ganti-ganti, tapi perlawanan ini akan terus berlanjut. Dunia kiamat juga jika mereka belum berdamai, hal ini akan terus terjadi," tegasnya. 

 

Karena itu, lanjut Tebay, semua pihak harus berpikir bagaimana cara mengakhiri kekerasan ini, dengan cara membuka dialog antara Jakarta-Papua. (Baca: Ini Nama-nama Anggota Tim Penyelidikan Pelanggaran HAM Paniai).

 

Tebay juga menyayangkan sikap aparat yang acuh tak acuh dan pilih kasih dalam menangani setiap kasus yang ada di tanah Papua belakangan ini.

 

“Kalau korban polisi atau tentara, maka paling lambat dua sampai tiga hari mereka tau siapa pelaku dan dalangnya, tapi kalau korbannya orang Papua, polisi tidak pernah sukses dan berhasil mengungkap siapa pelaku penembakan." (Baca: Komnas HAM Harus Bentuk KPP-HAM, Bukan Tim Penyelidikan untuk Pemantauan).

 

"Contohnya kasus Paniai yang sampai saat ini belum diungkap siapa dalangnya, namun kasus Timika yang menewaskan dua anggota Brimob dan satu pekerja, dalam dua hari saja bisa diketahui pelakunya."

 

“Kalau kita lihat sebenarnya aparat pilih kasih dalam mengungkap kasus-kasus yang terjadi di Papua hingga saat ini,” ungkapnya.  (Baca: Waker Cs Dikejar Sampai ke Neraka, Bagaimana dengan Serdadu Penembak 4 Warga di Paniai?).

 

Baca: #PANIAIBERDARAH

 

Editor: Oktovianus Pogau

 

MIKHA GOBAY

Terkini

Populer Minggu Ini:

UU Otsus Kembali Digugat, Apakah MK Memihak Pada OAP?

0
“Pasal-pasal ini berpotensi menghilangkan hak konstitusional Orang Asli Papua untuk dapat mengisi jabatan eksekutif dan legislatif di tanah Papua dan menjalankan pemerintahannya sendiri,” tegas Yanto dalam pernyataannya yang terima suarapapua.com (16/7/2024).

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.