ArsipMahasiswa Desak Pemprov Bangun Asrama Kamasan di Semarang

Mahasiswa Desak Pemprov Bangun Asrama Kamasan di Semarang

Rabu 2013-05-22 14:13:15

PAPUAN, Semarang — Himpinan Pelajar dan Mahasiswa Papua Semarang (HIMAPAS) di Jawa Tengah, mendesak Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe untuk membangun asrama Kamasan di Semarang untuk menunjang berbagai kegiatan dan aktivitas mahasiswa Papua.

“Hal ini mengingat segala aktivitas berasal dari sebuah tempat tinggal yang tetap untuk mewadahi segala kegiatan di dalam maupun di luar. Selain itu juga untuk memperkokoh hubungan persatuan antara mahasiswa  Papua yang berada di kota studi Semarang,” kata Ketua HIPMAS, Bery Boma, dalam rilisnya kepada suarapapua.com, Rabu (22/5/2013).

Boma mengatakan, dengan maraknya pemekaran yang terjadi di tanah Papua, menjadi salah satu penyakit dalam menggalang persatuan  di kalangan pelajar mahasiswa Semarang.

"Ini merupakan bagian juga dari tidak adanya asrama Kamasan Papua yang tetap di kota studi Semarang, saya berharap pemerintah bisa menjawab proposal yang akan diajukan oleh HIPMAS melalui tim yang sudah dibentuk beberapa waktu lalu," ujarnya.

Lanjut Boma, sebelumnya HIPMAS pernah mengajukan proposal untuk pengadaan asrama Kamasan Papua di kota studi Semarang, namun tidak dijawab oleh Pemerintah.

"Harga kos maupun kontrakan juga melambung tinggi menyebabkan mahasiswa Papua di Semarang sulit mencari tempat tinggal, kalau ada Asrama maka semua aktivitas dan kegiatan mahasiswa akan lancar," tambahnya.

OKTOVIANUS POGAU

Terkini

Populer Minggu Ini:

Pemprov Papua Tengah Siap Gelar Multi Event Cabor U-12 dan U-16...

0
“Ada enam cabang olahraga yang akan diikuti oleh peserta dari delapan kabupaten, antara lain sepak bola U-12 dan U-16, bola voli, bola basket, futsal, badminton, dan atletik. Kegiatannya selama sepekan setelah diawali dengan upacara pembukaan tanggal 22 Juli di lapangan Kodim 1705 dan penutupan tanggal 27 Juli juga di tempat yang sama,” jelas Diana Youw.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.