ArsipKetua KNPB Sorong Raya Ditemukan Tewas Dalam Karung

Ketua KNPB Sorong Raya Ditemukan Tewas Dalam Karung

Kamis 2014-08-28 15:51:00

PAPUAN, Jayapura — Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Sorong Raya, Marthinus Yohame, ditemukan seorang nelayan dengan kondisi tubuh terikat tali, luka tembak di dada sebelah kiri, luka lebam di sekujur tubuh, dan diisi di dalam karung, dan tewas menggenaskan.

Seperti ditulis kontributor tablodijubi.com, dari Sorong, Papua Barat, jasad korban ditemukan oleh seorang nelayan, pada Selasa, (26/8/2014) pagi, sekitar pukul 07.00 Wit.

 

Jasad tersebut mengapung di pesisir Pulau Nana, tidak jauh dari Kawasan Pulau Dom, Distrik Sorong, Kepulauan Kota Sorong.

 

Menurut hasil Visum yang dilakukan tim identifikasi rumah sakit umum Kota Sorong, Yohame ditemukan dengan luka tembak di dada sebelah kiri, dan wajah korban juga hancur oleh pukulan benda keras.

 

“Kami temukan ada luka tembakan di dada kiri, dia punya muka hancur,” ungkap Yori, petugas di RSUD Sorong.

 

Menurut Yori, kedua kaki dan dan tangan korban juga dalam posisi terikat, dan diduga jasadnya akan ditenggelamkan ke dalam Laut.

 

Sekertaris Umum KNPB, Ones Suhun, kepada suarapapua.com, membenarkan peristiwa naas yang dialami rekan mereka, Martinus Yohame, di Sorong.

 

“Benar, Ketua KNPB Sorong Raya hilang sejak tanggal 19 Agustus lalu, kami sudah cari kemana-mana tapi tidak dapat, dan ternyata jasadnya ditemukan oleh seorang nelayan di laut,” kata Suhun.

 

Menurut Suhun, kondisi jenazah sudah tidak utuh lagi, sebab telah mengapung di laut selama beberapa hari, karena itu pihaknya akan menindaklanjuti penemuan tersebut.

 

“Dia sebelumnya melakukan konfrensi pers, yakni menolak kedatangan presiden, dan tidak setuju atas penyelenggaraan Sail Raja Ampat, tiga hari kemudian yang bersangkutan hilang jejak.”

 

“Kami menduga keras, yang membunuh dan menghilangkan teman kami adalah aparat keamanan Indonesia, dalam hal ini grup Kopassus,” kata Suhun.

 

Kapolres Sorong Kota, Ajun Komisaris Besar Polisi, Harri Goldenhart, ketika dikonfirmasi wartawan, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut.

 

“Kami masih melakukan identifikasi, apakah benar yang bersangkutan dibunuh atau terbunuh,” tegasnya kepada wartawan.

 

OKTOVIANUS POGAU

Terkini

Populer Minggu Ini:

KKJ PB-PBD Kecam Tindakan Arogan Oknum TNI AL Terhadap Para Jurnalis...

0
“Wartawan memiliki hak dan mendapatkan perlindungan hukum dalam hal sedang menjalankan fungsi, hak, kewajiban dan perannya yang dijamin Pasal 8 Undang-undang Pers. Perlindungan hukum itu dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat,” ujar Safwan Ashari.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.