ArsipDua Petugas Ancam Tutup Ruang Radiologi RSUD Wamena

Dua Petugas Ancam Tutup Ruang Radiologi RSUD Wamena

Kamis 2015-01-08 13:30:30

WAMENA, SUARAPAPUA.com — Dua orang petugas Radiologi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wamena, Jayawijaya, menyatakan, akan menutup ruang Radiologi tersebut, lantaran sudah delapan tahun pihaknya bekerja tanpa tunjangan, bahkan akibat radiasi dalam ruangan tersebut, kedua petugas itu sedang menderita sakit.

“Sejak 2007 hingga 2015 kami kerja di ruang Radiologi, tetapi tidak pernah diberikan tunjangan bahaya akibat radiasi. Jadi, kami sudah sepakat untuk tutup ruangan itu selama satu bulan. Kami akan pakai satu bulan untuk berobat sakit kami,” kata Kenius Kogoya, seorang petugas Radiologi RSUD Wamena, Kamis (8/1/2015) di Wamena.

 

Padahal, lanjut Kenius, berdasarkan surat keputusan Presiden RI Nomor 48 Tahun 1995 tentang Runjangan Bahaya Radiasi bagi Pekerja Radiologi, dan keputusan Menteri Kesehatan tentang Penetapan Nilai Tingkat Terjadinya Bahaya Radiasi bagi Pekerja Radiologi, sudah jelas-jelas mengaturnya, tetapi hal ini kelihatannya dihiraukan.

 

“Kami minta kepada Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD dan Bupati untuk mencari orang lain bekerja di ruangan itu, karena kami juga selama satu bulan mau berobat. Kami juga hanya dua orang di ruangan itu, jadi silakan cari orang lain,” ujarnya.

 

Selain itu, Lenius mengatakan, dalam ruangan itu masih banyak alat yang kurang, termasuk perlengkapan dan perlindungan kerja.

 

Sementara kata dia, banyak pasien yang sudah mendaftar untuk melakukan foto rontgen sejak Desember 2014 lalu, namun belum terlayani lantaran kekurangan petugas radiologi. Dan pelayanan tidak bisa dilaksanakan, karena sejak 5 Januari 2015 ruangan tersebut sudah ditutup.

 

Sementara itu, Direktur RSUD Wamena, dr. Charles Ratulangi, S.POG yang dikonfirmasi wartawan melalui pesan singkat, mengatakan, kedua petugas tersebut telah menghadapnya untuk cuti karena ada keperluan penting.

 

“Dan itu kan hak pegawai, jadi tidak bisa dilarang walau akibatnya sangat berat bagi pasien yang hendak melakukan foto rontgen,” kata dr Charles.

Untuk resiko kerja, kata dr. Charles, bukan hanya di ruang Radiologi, tetapi hampir semua yang bekerja di Rumah Sakit (RS).

 

“Khusus untuk ruang radiologi memang ada tunjangan bahaya radiasi dan kami sudah usulkan ke pemerintah. Tetapi kemungkinan tahun ini (2015) baru akan disetujui,” ujarnya.

 

Kemudian, terkait kurangnya tenaga Radiologi, menurut dia, pihaknya sedang mencarinya, tetapi sulit karena yang bekerja disitu adalah tenaga spesialis radiologi. “Jadi, yang kami butuhkan adalah tenaga spesialis,” tandasnya.

 

Editor: Oktovianus Pogau

 

ELISA SEKENYAP

Print Friendly, PDF & Email

Terkini

Populer Minggu Ini:

Gereja Pasifik Desak COP28 “Dengarkanlah jeritan rakyat, tanah, dan lautan kami”

0
"Kami menyerukan kepada Jepang untuk menghentikan pembuangan air yang terkontaminasi ke lautan kita. Kami akan memandu masyarakat kami dalam proses transformasi yang diperlukan untuk melindungi hutan dan lautan kami dari industri ekstraktif dan penangkapan korporasi."

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.

error: Content is protected !!