ArsipGMNI: Pemerintah Indonesia Harus Usut Tuntas Penembakan di Paniai

GMNI: Pemerintah Indonesia Harus Usut Tuntas Penembakan di Paniai

Sabtu 2014-12-20 23:59:30

JAKARTA, SUARAPAPUA.com — Bertepatan dengan hari Trikora 19 Desember 1961 yang ilegal, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar tidak meninggalkan sejarah terkait dengan persoalan Papua, khususnya tragedi penembakan di Paniai.

“Seharusnya ketika terjadi tragedi penembakan di Paniai, Papua, pada 8 Desember 2014, pemerintah harus segera merespon dan mengusut tuntas pelanggaran HAM yang terjadi di tanah Papua,” ujar Raden Karno Balubun, salah satu aktivis pemuda asal Papua, seperti dikutip dari desamerdeka.co.id.

 

Menurutnya, jikalau persoalan Papua tidak direspon dengan baik, akan ada kesan pembiaran. “Kami selaku anak bangsa bertanya, apakah mereka yang menjadi korban penembakan itu bukan bagian dari Warga Negara Indonesia?” ujarnya.

 

Balubun mengatakan, Negara seharusnya hadir untuk melindungi warga negaranya. “Tugas negara, melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, itu harus dapat diterjemahkan dalam tindakan nyata,” ujarnya.

 

Aktivis mahasiswa ini juga mengingatkan Presiden Republik Indonesia Jokowi sebagai kepala negara agar harus melaksanakan fungsi negara dengan menggerakan alat negara dalam hal ini TNI/Polri untuk mengusut tuntas pelaku pelanggaran Hak Asasi Manusia di Papua, khususnya di Paniai.

 

“Saya kira ini penting untuk diketahui bahwa persoalan Paniai itu adalah potret kecil dari rangkaian pelanggaran HAM yang terjadi selama ini di Tanah Papua. Apalagi keamanan dan ketentraman masyarakat Papua dalam menyambut Natal merupakan hal penting, artinya sekali lagi negara harus menjamin ketentraman warga negaranya,” ungkap Balubun.

 

Ia juga menegaskan, GMNI akan selalu bersikap terkait persoalan kemanusiaan yang terjadi di Tanah papua, dan menghimbau kepada seluruh kader GMNI di seluruh Indonesia agar ikut menyuarakan persoalan kemanusiaan yang terjadi di Tanah papua.

 

“Nasionalisme yang sejati adalah Nasionalisme yang timbul dari rasa cinta akan manusia dan kemanusiaan,” tegasnya. 

 

Editor: Oktovianus Pogau

 

MIKAEL KUDIAI

Terkini

Populer Minggu Ini:

Hasil GCC: Ratu Viliame Seruvakula Terpilih Sebagai Ketua Adat Fiji

0
“Kami sekarang sampai pada titik di mana melihat hasil kajian ini cukup jelas bahwa selama beberapa tahun terakhir, masyarakat menjadi lebih sadar dalam mencari sesuatu untuk membantu mereka, membimbing mereka maju, terutama kaum muda,” kata Viliame.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.