ArsipPengurus BEM dan MPM STIKOM Dilantik

Pengurus BEM dan MPM STIKOM Dilantik

Jumat 2013-04-19 14:29:45

PAPUAN, Jayapura— Bertempat di Aula Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Muhammadiyah Jayapura, Kamis (18/4/2013) kemarin, pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)dan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) STIKOM dilantik oleh pembantu ketua Stikom III yang membidangi kemahasiswaan, Drs. H.Rusdi Anwar, Msi mewakili ketua Stikom Muhammadiyah Jayapura.

Dalam sambutannya, ketua BEM demisioner periode 2011/2012 dan 2012/2013, Thobias Sedik mengatakan, mahasiswa harus mampu menunjukan dirinya sebagai pribadi yang berintelek dalam lingkungan kampus, dan dalam kehidupan bermasyarakat.

 

Sedik juga meminta maaf kepada pihak kampus dan mahasiswa karena tidak menjalankan tugas dan tanggung jawab yang diberikan dengan baik dan benar.

"Pengurus baru yang akan dilantik semoga dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik sebagaimana mestinya. Semakian tinggi jabatan seseorang, semakin tinggi tugas dan tanggung jawabnya, maka semua tanggung jawab yang diberikan ini dapat dijalankan dengan baik," ujar Sedik.

Sementara itu, ketua BEM terpilih, Sabda Nawarisa, mengharapkan dukungan dan kerja sama dari seluruh mahasiswa Stikom, lebih khusus bagi seleuruh bawahan dan perangkat badan pengurus BEM dan MPM yang baru dilantik agar bekerja sama demi kelancaran seluruh aktifitas dan program yang direncanakan oleh BEM dan MPM periode 2013/2014.

Ketua Stikom, Dr.Muhammad Arifin dalam sambutannya berpesan agar pengurus BEM dan MPM yang baru dilantik dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik, dan menggunakan intelektualitas yang dimiliki oleh mahasiswa terutama dengan cara berkomunikasi dengan pihak lembaga.

"Ini sebagai bagian dari kepribadian orang komunikasi," cetusnya.

Nawarisa didampingi oleh Wakil Ketua BEM, yakni, Hendrikus Yeimo. Keduanya dipiih berdasarkan MUSORPMA STIKOM pekan lalu.

ARNOLD BELAU

Terkini

Populer Minggu Ini:

Pemkab Tambrauw Bersama Masyarakat Terima Satgas 762 di Fef

0
“Ini merupakan buntut dari penyelesaian masalah di tahun 2021 yang tidak diselesaikan dengan baik. Pertama, mereka minta dua oknum pelaku yang dilaporkan di POM sudah sampai man. Kedua, ganti rugi dari tempat tinggal di bawah ini, status tanah apakah sudah hibah milik pemerintah atau masih milik masyarakat, makanya mereka palang,” bebernya.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.