ArsipUsir Wartawan, Gubernur Papua Barat Melakukan Tindakan Bodoh!

Usir Wartawan, Gubernur Papua Barat Melakukan Tindakan Bodoh!

Jumat 2014-08-08 02:24:30

PAPUAN, Manokari — Tindakan Gubernur Provinsi Papua Barat, Abraham Octovianus Ataruri yang mengusir para wartawan di Rumah Negara, Susweni, Manokwari, beberapa waktu lalu, saat akan dilangsungkan pertemuan dengan Presiden Byon Petroleum (BP) dianggap sebagai tindakan bodoh.

“Saya cukup kaget membaca berita tersebut, menurut saya ini tindakan bodoh, arogansi dan sangat memalukan,” kata Direktur Eksekutif LP3BH, Yan CH Warinussy, dalam siaran pers yang dikirim kepada suarapapua.com, Kamis (7/08/2014).

 

Menurut Warinussy, pejabat setingkat Kepala Daerah tidak pantas melakukan hal-hal seperti itu, sebab ini menunjukan tindakan yang sangat tidak bersahabat. 

 

“Terlalu mementingkan kekuasaan dan kepentingan pribadi sebagai pejabat, apalagi yang ditemui hanya Presiden BP Regional Asia Pasifik Christina Verchere. Ini bisa jadi preseden buruk, karena akan ditiru oleh para anak buahnya di kemudian hari,” tegasnya.

 

Kata Warinussy, dirinya berani mengatakan tindakan bodoh, karena seharusnya sebagai Gubernur, tentunya sudah tahu tugas-tugas wartawan yang sangat dilindungi oleh hukum, dan wartawan bisa saja mengajukan laporan polisi, maupun mengajukan gugatan perdata terhadap pejabat semacam itu.

 

“Wartawan selain dilindungi hukum dalam Undang-undang Pers, tapi mereka juga memiliki Kode Etik Jurnalistik yang menjamin mereka mampu secara profesional menjalankan tugasnya, tanpa mencederai privasi sumber beritanya, seperti halnya Gubernur Papua Barat,” kata pengacara senior ini.

 

“Menurut saya, tindakan Gubernur Papua Barat seharusnya dapat dilaporkan oleh wartawan yang diusirnya kepada Dewan Pers, dan bahkan bisa dibuatkan Laporan Polisi segera atau digugat secara perdata ke muka pengadilan yang berwenang.”

 

Tindakan seperti ini perlu dikecam, agar rakyat di Provinsi Papua Barat dan Indonesia dapat mengetahui dengan jelas seberapa kuat karakter dan perilaku, serta sifat buruk pimpinan daerahnya tersebut.

 

“Saya sebagai Advokat menyarankan agar Gubernur Papua Barat Abraham Atururi segera meminta maaf secara terbuka kepada seluruh jajaran pers/wartawan di Papua Barat, Tanah Papua dan Indonesia serta Rakyat Papua, terkait perkataan dan tindakannya yang telah mengusir wartawan tersebut,” tuturnya.

 

OKTOVIANUS POGAU

%MCEPASTEBIN%

Terkini

Populer Minggu Ini:

Bangun RS Tak Harus Korbankan Warga Sekitar Sakit Akibat Banjir dan...

0
“Perda kota Jayapura melarang aktivitas pembangunan di atas kawasan resapan air serta adanya Permenkes tentang panduan pembangunan Rumah Sakit, tetapi melihat fakta kenaikan air di kawasan resapan air Lembah Emereuw serta wilayah Kotaraja dan pasar Youtefa, maka sebaiknya pemerintah segera mengambil sikap dengan usulan kami demi hak dan keselamatan warga masyarakat,” tandasnya.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.