ArsipAmankan Perayaan Idul Adha, 50 Pasukan Khusus Dikirim ke Tolikara

Amankan Perayaan Idul Adha, 50 Pasukan Khusus Dikirim ke Tolikara

Selasa 2015-09-22 01:56:12

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Kepolisian Daerah (Polda) Papua menyatakan siap mengirim 50 personel pasukan khusus ke Karubaga, Kabupaten Tolikara, guna mambantu pengamanan menjelang dan hari-H Idul Adha, agar kejadian pertengahan Juli lalu tidak terulang lagi.

“Nanti kekuatan kami tambah 50 orang,” kata Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Irjen Pol. Paulus Waterpauw, usai mengikuti rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) di Mapolda Papua, Kota Jayapura, Senin malam.

 

Pascakekerasan pada pertengahan Juli lalu di Karubaga, Kabupaten Tolikara, kata dia, hingga kini situasinya terbilang kondusif.

 

“Kondisi aman terkendali. Besok sebagian dari kami (peserta rapat Forkompimda) naik ke atas untuk rekonsiliasi bersama di Tolikara, saya kira begitu,” katanya.

 

Ketika disinggung sejauh mana rekonsiliasi yang dilakukan pascaperistiwa itu, mantan Kapolda Papua Barat itu mengklaim rapat atau pertemuan Forkompimda Papua merupakan bagian dari hal itu.

 

“Rekonsiliasi, saya pikir ini bagian dari proses itu, hari ini kami bicara dan besok baikkan,” ujarnya.

 

Mengenai nasib HK dan JW, kedua tersangka atau provokator insiden Tolikara, Waterpauw mengatakan bahwa hal itu telah menjadi ranah Kejati Papua karena kasus tersebut telah dilimpahkan sejak awal September 2015.

 

“Proses kedua orang, pertanyaan ini kan sudah dijawab tadi oleh Kejati. Sekarang sudah tahap kedua, dalam tanggung jawab kewenangan penyidikan dan penuntutuan ada di Kejati.”

 

“Tadi beliau sudah sampaikan ada proses yang sudah dilalui, hanya permohonan penangguhan dan sebagainya itu akan dipertimbangkan oleh pihak Kejati,” kata Waterpauw.

 

OKTOVIANUS POGAU

Terkini

Populer Minggu Ini:

ANZ Mengantisipasi Pertumbuhan Populasi Fiji Seiring Melambatnya Migrasi Ke Luar Negeri

0
"Kekhawatiran jangka panjang adalah perlambatan pertumbuhan populasi yang terus-menerus (dari 2,12% selama 1966-1976 menjadi 0,55% selama 2007-17). Jika hal ini terus berlanjut, maka akan menciptakan kekurangan tenaga kerja," tulis mereka.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.