ArsipGempar-R Akan Gelar Aksi 16 Desember Tolak Kedatangan Jokowi

Gempar-R Akan Gelar Aksi 16 Desember Tolak Kedatangan Jokowi

Jumat 2014-12-12 19:32:30

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Gerakan Pemuda, Mahasiswa, dan Rakyat Papua (Gempa-R), berencana mengkoordinir aksi, pada 16 Desember 2014 mendatang, untuk menolak kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang direncanakan menghadiri perayaan natal nasional di Papua.

Samuel Womsiwor, Koordinator Aksi mengatakan, mahasiswa dengan tegas menolaknya karena sedang merayakan duka nasional atas pembantaian lima warga sipil yang dilakukan aparat TNI/Polri di Paniai. 

 

"Kami sedang berduka, kenapa Jokowi harus datang, kami tidak perlu Presiden, yang kami perlu kedamaain, dan sebuah kebebasan di negeri kami sendiri," kata Womsiwor, saat memberikan keterangan kepada wartawan, Jumat (12/12/2014), di Jayappura, Papua.. (Baca: Mahasiswa Tolak Kedatangan Presiden Jokowi Ke Papua).

 

Womsiwor juga meminta Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe, dengan tegas menolak kedatangan Presiden Jokowi yang akan menghabiskan puluhan milyar rupiah dana APBD. (Baca: Aparat TNI/Polri Tembak Mati Empat Warga Sipil di Kabupaten Paniai).

 

"Kenapa uang itu tidak digunakan untuk bantu korban pembantaian di Paniai, atau dialokasikan untuk pembangunan pasar mama-mama Papua yang berjuang sejak tahun 2001, kami nilai tidak masuk akal keluarkan uang puluhan milyar rupiah untuk natal bersama Jokowi," tegasnya. 

Hal senada disampaikan Nelius Wenda, salah satu pemuda Gereja, bahwa Jokowi diminta tidak melepaskan tanggung jawab atas peristiwa pembantaian di Paniai. (Baca: Lagi, Satu Warga Paniai Tewas Ditembak TNI/Polri; Korban Jadi Lima Orang).

 

"Kalau datang untuk ke Paniai, selesaikan masalah, yah silakan datang saja, tapi kalau urus bisnis, dan urus pembangunan, lebih baik stop, tidak usa datang ke tanah kami," katanya.

Dalam aksi nanti, menurut Wenda, Gempa-R akan berkoalisi dengan Forum Independen Mahasiswa (FIM), pembela HAM, pemuda gereja, dan sejumlah organisasi HAM di Kota Jayapura, Papua. (Baca: Kado Natal Jokowi-JK untuk Papua, 5 Warga Paniai Tewas Ditembak TNI/Polri).

 

"Kami berharap semua rakyat Papua bisa mengambil bagian dalam aksi ini. Menurut kami sangat penting karena demi menyelamatkan generasi Papua yang terus dibantai oleh senjata militer Indonesia," tegas Wenda.  (Baca: Pimpinan Gereja Tolak Rencana Presiden Jokowi Hadiri Perayaan Natal di Papua).

 

Editor: Oktovianus Pogau

 

HARUN RUMBARAR

Terkini

Populer Minggu Ini:

Forum Peduli Demokrasi Kabupaten Yahukimo Desak Pemilu di Dekai Diulang

0
“Beberapa poin kami sudah serahkan kepada Bawaslu. Kami disarankan untuk lengkapi beberapa dokumen. Jadi, dokumen itu kami sudah siap dan akan antar ke Bawalu untuk ditindaklanjuti,” jelas Eklon Amohoso.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.