ArsipPeserta Ujian Nasional Kota Jayapura Capai 13.000 Siswa

Peserta Ujian Nasional Kota Jayapura Capai 13.000 Siswa

Sabtu 2015-01-10 08:06:45

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Peserta Ujian Nasional (Unas) Sekolah Daeraj (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Jayapura, Papua, mencapai 13.000 siswa.

“Semua peserta ada 13.000 siswa, khusus peserta Unas Paket A, B dan C ada sekitar 400 orang,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kota Jayapura, Robert Jhon Betaubun, kepada wartawan, Jumat (9/1/2015).

 

Menurut Robert, untuk tahun 2014/2015, data peserta Unas sudah ditutup pada 31 Desember 2014 lalu. Penutupan peserta Unas ini dilakukan secara Nasional oleh Kementerian Pendidikan.

 

Mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan terjadinya kesalahan terhadap data peserta Unas mendatang, seperti peserta tidak terakomodir masuk dalam Unas paket A, B dan C maupun pendidikan SD, SMP dan SMA, maka pihaknya telah memanggil beberapa pembicara.

 

“Kami panggil pembicara dari Provinsi tujuannya supaya kita samakan data peserta, dan apabila ada data yang belum terakomodir kita bisa selesaikan sama,” jelasnya.

 

Dalam kesempatan itu, Robert menilai, proses online yang dibikin oleh Kementerian sangat membahayakan data yang dikirim daripada proses manual walaupun lambat tapi pasti.

 

“Proses online ini memang kalau kita mau bilang cepat itu pasti cepat, tetapi disisi lain proses ini justru akan menghilangkan beberapa nama peserta ujian karena banyak data yang masuk dari seluruh Indonesia,” tutur Robert.

 

Karena itu, lanjut dia, semua data peserta Ujian Nasional akan dikirim ke Jakarta untuk diupload di website Kementerian Pendidikan.

 

"Tapi pasti ada resikonya, karena tidak semua nanti bisa terakomodir," katanya.

 

Editor: Oktovianus Pogau

 

MIKHA GOBAY

Terkini

Populer Minggu Ini:

Koalisi Masyarakat Sipil Tolak Tanda Kehormatan Kepada Jenderal Terduga Penjahat Kemanusiaan

0
Presiden untuk membatalkan rencana pemberian pangkat kehormatan terhadap Prabowo Subianto yang diduga terlibat dalam kasus penculikan dan penghilangan orang secara paksa tahun 1997-1998;

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.