ArsipLP3BH, JDP dan ALDP Adakan Konsultasi Publik dari Perspektif Gender

LP3BH, JDP dan ALDP Adakan Konsultasi Publik dari Perspektif Gender

Jumat 2014-11-14 14:05:30

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Sosialisasikan indikator Papua Tanah Damai, Jaringan Damai Papua (JDP) adakan konsultasi publik perspektif gender dan focus group discussion (FGD) di tiga kabupaten, Jayapura, Merauke, dan Manokwari, Provinsi Papua Barat.

Di Manokwari, agenda JDP tersebut diselenggarakan atas kerjasama Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, dan Aliansi Demokrasi untuk Papua (ALDP), Kamis (13/11/2014) kemarin.

 

Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari, Yan Christian Warinussy mengatakan, kegiatan konsultasi publik dari perspektif gender atau perempuan diadakan sebagai upaya terus mendorong terselenggaranya Dialog Damai Papua – Jakarta sebagai agenda bersama semua pihak di Tanah Papua.

 

“Konsultasi Publik lebih berfokus pada perspektif gender, sehingga mayoritas pesertanya datang dari kalangan perempuan Papua maupun non-Papua yang ada di Manokwari,” kata Yan.

 

Kegiatan berlangsung selama setengah hari. Peserta menyimak kembali sejumlah indikator mengenai Papua Tanah Damai yang merupakan hasil pengumpulan informasi melalui kegiatan-kegiatan konsultasi publik sebelumnya di beberapa tempat di Tanah Papua.

 

“Indikator-indikator dimaksud meliputi indikator di bidang keamanan, penyelenggaraan Pemerintahan, Ekonomi dan Lingkungan Hidup, Kesehatan, Pendidikan dan Kebudayaan, Hak Asasi Manusia, hukum dan keamanan,” jelasnya.

 

Salah satu indikator dalam bidang politik, yaitu Orang Asli Papua mempunyai rasa aman tenteram di atas tanahnya sendiri. Indikator tersebut menjadi syarat bahwa jika orang asli Papua belum merasa aman dan tenteram di atas tanahnya sendiri, maka itu bisa dikatakan bahwa Papua belum menjadi Tanah Damai, khususnya bagi warga Negara Indonesia yang adalah terdiri dari Orang Asli Papua.

 

“Untuk mencapai cita-cita menjadikan Papua Sebagai Tanah Damai, seharusnya ada berbagai upaya konkrit dilakukan oleh semua pihak, termasuk perempuan untuk menentukan dan atau memberi masukan konstruktif terhadap konsep Papua Tanah Damai yang sudah ada sebelumnya,” tutur Yan.

 

Peserta antusias berdiskusi dan membahas semua indikator Papua Tanah Damai. Juga, memberikan sejumlah masukan konkrit demi kepentingan cita-cita bersama membangun Papua Tanah Damai melalui Dialog Papua – Jakarta.

 

Peserta kegiatan ini datang dari berbagai kalangan organisasi perempuan Papua di Manokwari dan sekitarnya. Hadir memfasilitasi proses dan memberi masukan, Pater Neles Tebay selaku Koordinator JDP, dibantu para staf sekretariatnya.

 

Sebelumnya, kegiatan sama telah diadakan di dua kota, Jayapura (13/10/2014), dan di Merauke (3/11/2014). Kegiatannya dalam bentuk konsultasi publik berperspektif gender dan focus group discussion (FGD), forum akademisi.

 

MARY

Terkini

Populer Minggu Ini:

Menteri Perempuan Fiji Lynda Tabuya Menyerukan Undang-Undang Online yang Lebih Kuat

0
"Dunia ini tidak adil dan sebagai perempuan dalam politik, kami menghadapi banyak ketidakadilan dan ketidakadilan. Namun saya pikir hal ini juga membuat kami lebih bertekad untuk berdiri dan didengar," tambahnya.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.