ArsipJelang Perayaan Natal, BPOM Lakukan Intensifikasi Pengawasan Pangan

Jelang Perayaan Natal, BPOM Lakukan Intensifikasi Pengawasan Pangan

Kamis 2014-12-11 22:15:00

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Jelang Perayaan natal dan tahun baru 2015, Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Papua, gencar melakukan intensifikasi pengawasan pangan di beberapa wilayah di Papua.

Hal ini disampaikan Hans Kakerissa, Ketua BPOM Provinsi Papua, saat ditemui sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Kamis (11/12/2014).

 

Kakerissa mengatakan, momen-momen dalam perayaan hari-hari besar keagamaan merupakan saat-saat rawan terhadap penyelewengan peredaran pangan, dengan melihat dari banyaknya permintaan terhadap kesediaan barang. 

"Semakin banyak permintaan secara otomatis suplai semakin besar. Selaku institusi pengawasan, kami berupaya jangan sampai kesempatan ini dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab," tuturnya.

 

Lanjut Kakerissa, penyelewengan bisa saja dilakukan oleh mereka dengan penjualan pangan yang sudah tidak layak edar, pangan yang sudah kadaluarsa dan pangan yang tidak memiliki ijin edar.

“Kami sudah melakukan intensifikasi selama empat tahap, yang kami lakukan sejak akhir November dan akan berakhir pada 27 Desember mendatang,” kata Kakerissa.

Pihaknya juga mengaku telah melakukan pengawasan di beberapa titik di kabupaten-kabupaten dan kota di Provinsi Papua.

 

"Jumlah sarana yang sudah diperiksa 367, dan yang memenuhi ketentuan sebanyak 193, dan yang tidak memenuhi ketentuan sebanyak 174 sarana," katanya.

 

Menurut Kakerissa, di dalammya yang ditemukan pangan yang rusak, pangan kadaluarsa dan pangan tanpa ijin edar, adapun targetnya sebanyak 500 sarana.

Sementara itu, Dorce Sampe, kepala gudang Karya Sakti Inti Mas, salah satu perusahaan yang disidak BPOM mengakui kesalahan yang dilakukan pihaknya dalam hal makanan kadaluarsa dan ijin edar.

“Memang benar, ada makanan daluarsa di gudang kami, tetapi bukan karena tanpa alasan. Gudang tempat penyimpanan makanan kami penuh, sehingga kami tidak punya tempat untuk makanan daluarsa yang akan kami tarik dari pasar,” kata Dorce, saat sidak BPOM di Hamadi, Rabu (10/12/2014) lalu.

 

Editor: Oktovianus Pogau 

MINERVA MIRABAL

Terkini

Populer Minggu Ini:

Adakah Ruang Ekonomi Rakyat Dalam Keputusan Politik?

0
Kekosongan tugas yang menyolok di mata itu harus menjadi tanggung jawab prioritas yang mesti diemban para calon pemimpin yang tengah bergulat merebut kursi parlemen. Dalam urusan dan keputusan-keputusan politik kedepan di masing-masing provinsi dan kabupaten diharapkan sudah bisa menyediakan instrumen kebijakan dan peraturan yang lebih mengutamakan dan menyelamatkan rakyat Papua yang berkutat dengan kegiatan ekonomi kerakyatan di Tanah Papua.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.