ArsipFreeport Diminta Hentikan Produksi Untuk Selamatkan Korban Longsor

Freeport Diminta Hentikan Produksi Untuk Selamatkan Korban Longsor

Jumat 2013-05-17 09:50:00

PAPUAN, Jayapura — Longsor  yang terjadi di areal PT. Freeport Indonesia, tepatnya di Big Gossan, yang telah menewaskan 4 orang, dan 37 masih terperangkap dalam lokasi longsor, serta 9 orang mendapat perawatan, mendapat tanggapan dari Anggota DPR RI Komisi X, Daerah Pemilihan Papua, Diaz Gwijangge.

Gwijangge meminta Freeport untuk segera menghentikan produksi, dan seluruh kekuatan diarahkan untuk mengamankan penyelamatan korban yang masih terperangkap dalam lokasi longsor.

“Peristiwa yang terjadi  di Freeport merupakan musibah bagi dunia kerja di Papua, artinya Freeport  harus memperhatikan keselamatan dari tenaga kerja, jangan hanya menggeruk kekayaan saja, tapi tidak memperhatikan keselamatan tenaga kerja terutama mereka yang ada di under  Grown,” ungkapnya, saat ditemui suarapapua.com, di Jayapura, Kamis (16/5/2013).

Kata Diaz, Freeport sudah bekerja sejak  tahun 1960-an, seharusnya persoalan keselamatan tenaga kerja sudah harus lebih canggih dibanding tahun-tahun sebelumnya, untuk memberikan rasa aman terhadap keselamatan tenaga kerja.

“Ini kelalaian yang sudah dilaksanakan Freeport, seharusnya masuk dalam  perusahaan raksasa dibidang pertambangan, sudah harus diterapkan sistem keselamatan yang canggih dan modern,” tambahnya.

Gwijangge juga membeberkan sejumlah fakta dan data lapangan yang dirinya peroleh di lapangan di areal Freeport, dimana longsor ini juga ada hubungan dengan kelalaian manejemen Freeport yang tidak memperhatikan sistem perangkat pengamanan didalam areal kerja.

"Sewaktu demo karyawan tahun 2011 hingga 2012, ada sebagian sistem yang rusak, seharusnya manejmen Freeport memperbaiki lebih dulu sebelum meneruskan produksi, ternyata hal-hal tersebut tidak diperhatikan menejemen Freeport, dampaknya adalah tenaga kerja yang menjadi korban," jelasnya.

Anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat ini juga meminta Freeport melakukan evaluasi total, dan kemudian memikirkan keselamatan kerja bagia semua karyawan Freeport yang telah bekerja menghasilkan milyaran dollar bagi Freepot.

“Saya menilai ini tidak diperhatikan hampir 50 tahun beroperasi di negeri Amungsa, masa tidak bisa membuat teknologi untuk keselamatan tenaga kerja, evaluasi total soal keselamatan, baru operasi dilanjutkan, agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” terangnya.

SEM MIRINO

Terkini

Populer Minggu Ini:

Soal Pembentukan Koops Habema, Usman: Pemerintah Perlu Konsisten Pada Ucapan dan...

0
“upaya dialog harus diutamakan. Kasus-kasus Hak Asasi Manusia (HAM) harus diselesaikan dengan keadilan berbasis korban.”

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.