ArsipPemekaran Dinilai Sebagai Biang Konflik di Tanah Papua

Pemekaran Dinilai Sebagai Biang Konflik di Tanah Papua

Kamis 2012-11-08 15:54:15

PAPUAN, Jayapura  — Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua (AMPTP) menilai berbagai konflik yang terjadi di seluruh tanah Papua, dipicu oleh adanya pemekaran beberapa daerah operasi baru tanpa dilakukan studi kelayakan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Indonesia Timur AMPTPI, Andreas Gobay, disela-sela diskusi publik yang diadakan di Asrama Mimika, Waena, Jayapura, Papua, Kamis (8/11) siang tadi.

 

Menurut Gobay, konflik yang terjadi saat ini di tanah Papua adalah karena akibat pemekaran kabupaten maupun pemekaran provinsi yang dilakukan tanpa adanya control dan partisipasi masyarakat Papua.

“Kami prihatin dengan persoalan ini, sehingga diadakan diskusi public untuk mencari solusi penyelesaiaannya secara bersama-sama," kata Gobay.

Lanjut dia, pemekaran juga terjadi karena adanya perebutan kepentingan dan kekuasaan, yang akhirnya membuat orang asli Papua (OAP) tidak sejahtera, dan tidak adanya partisipasi OAP dalam pembangunan dan hanya menjadi penonton di atas tanahnya sendiri.

Sehingga, kata Gobay, kesimpulan dari diskusi yang digelar tersebut akan disampaikan ke berbagai pemangku kepentingan di tanah Papua, baik eksekutif maupun legislative.

“Ini agar konflik akibat pemekaran dapat diminimalisir, kemudian pemerintah juga dapat bersikap untuk segera mengubahnya,” katanya.

Sementara itu, salah satu anggota DPR RI asal Papua, Palusu Sumono mengatakan bahwa pembangunan di Papua harus berbasis budaya lokal, agar pembangunan dapat tepat sasaran.

"Sayajuga berharap lahir banyak pemimpin Papua baru yang berpihak kepada rakyat Papua sendiri.

Salama ini di kacamata saya belum terlahir pemimpin orang asli papua yang memihak kepada orang asli papua dan lebih banyak mementingkan kelompoknya serta dirinya," ujar di hadapan ratusan peserta diskusi.

Selain dihadiri oleh anggota DPD RI Paulus Sumino, diskusi yang bertajuk ‘Diskusi Publik Tentang Pelaksanaan Pemekaran di Tanah Papua"  juga dihadiri oleh tokoh perempuan Papua Ferdinanda Ibo Yatipai, perwakilan masyarakat adat, mahasiswa, dan LSM.

 ARNOLD BELAU

Terkini

Populer Minggu Ini:

Forum Peduli Demokrasi Kabupaten Yahukimo Desak Pemilu di Dekai Diulang

0
“Beberapa poin kami sudah serahkan kepada Bawaslu. Kami disarankan untuk lengkapi beberapa dokumen. Jadi, dokumen itu kami sudah siap dan akan antar ke Bawalu untuk ditindaklanjuti,” jelas Eklon Amohoso.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.