ArsipBupati Jayawijaya Tidak Ditempat, Peresmian Pasar Potikelek Ditunda

Bupati Jayawijaya Tidak Ditempat, Peresmian Pasar Potikelek Ditunda

Kamis 2015-02-12 18:50:15

WAMENA, SUARAPAPUA.com — Peresmian pasar tradisional Potikelek Wamena yang semula direncanakan untuk diresmikan pada tanggal 16 Februari 2015, kembali mengalami penundaan, lantaran Bupati Jayawijaya, John Wempi Wetipo, tidak berada di Jayawijaya.

Sekda Jayawijaya, Yohanes Walilo mengatakan, rencana peresmian pasar tersebut awalnya pada 16 Februari mendatang, tetapi ditunda hingga Bupati ada di tempat karena sedang berobat.

Sedangkan kepastian waktu peresmian pasar Orang Asli Papua (OAP) ini, Sekda Jayawijaya tidak memberikan penjelasan, lantaran harus menunggu kepastian dari Bupati Jayawijaya sendiri.

 

“Tetapi kami harap di atas tanggal 20 Februari, harapan kami bisa secepatnya supaya mama-mama ini kita arahkan masuk ke pasar tradisional,” kata Walilo. (Baca: FMJ-PTP Apresiasi Pemda Jayawijaya Sediakan Pasar Tradisional).

Secara teknis, menurut Walilo, mulai tanggal 13 Februari 2015 (hari ini), pemerintah mulai melakukan sosialisasi untuk arahkan para pedagang Papua masuk ke Pasar Potikelek.

Sementara, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Jayawijaya, Semuel Munua mengatakan, pihaknya sudah melakukan pendataan terhadap seluruh pedagang OAP yang akan mengisi pasar tradisional itu.

“Kurang lebih 200-250 orang, baik yang ada di jalan Safri Darwin, persimpangan Potikelek, dekat Bandara Wamena dan depan Kodim. Itu kami sudah data berapa tahun yang lalu, tapi selalu bertambah,” jelas Munua. (Baca: Mama-Mama Papua di Wamena Diarahkan Berjualan di Pasar Tradisional).

Menurut Munua, di pasar tradisional sendiri akan lebih rapi dalam penempatan barang dagangan sesuai jenis masing-masing. Mulai dari sayur, buah-buahan, kayu, dan beberapa jenis barang dagangan.

"Termasuk juga bisa jual kayu balok, papan, kayu buah, kayu bakar dan sejenisnya, ini agar warga asli Papua dapat berjualan dengan nyaman," tandasnya. (Baca: Pemda Jayawijaya Diminta “Larang” Pedagang non-Papua Jual Sayur Mayur di Jalan Saphi Darwin).

Sebelumnya, Forum Masyarakat Jayawijaya se-Pegunungan Tengah Papua (FMJ-PTP) meminta Pemda Jayawijaya untuk segera meresmikan pasar tradisional milik Mama-mama asli Papua.

 

Editor: Oktovianus Pogau

ELISA SEKENYAP

Terkini

Populer Minggu Ini:

Kadis PUPR Sorsel Diduga Terlibat Politik Praktis, Obaja: Harus Dinonaktifkan

0
Kadis PUPR Sorsel Diduga Terlibat Politik Praktis, Obaja: Harus Dinonaktifkan SORONG, SUARAPAPUA.com --- Bupati Sorong Selatan, Papua Barat Daya, didesak untuk segera mencopot jabatan kepala dinas PUPR karena diduga telah melanggar kode etik ASN. Dengan menggunakan kemeja lengan pendek warna kuning dan tersemat lambang partai Golkar, Kadis PUPR Sorong Selatan (Sorsel) menghadiri acara silaturahmi Bacakada dan Bacawakada, mendengarkan arahan ketua umum Airlangga Hartarto dirangkaikan dengan buka puasa di kantor DPP Golkar. Obaja Saflesa, salah satu intelektual muda Sorong Selatan, mengatakan, kehadiran ASN aktif dalam acara silatuhrami itu dapat diduga terlibat politik praktis karena suasana politik menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang dilaksanakan secara serentak tanggal 27 November 2024 mulai memanas. “ASN harus netral. Kalau mau bertarung dalam Pilkada serentak tahun 2024 di kabupaten Sorong Selatan, sebaiknya segera mengajukan permohonan pengunduran diri supaya bupati menunjuk pelaksana tugas agar program di OPD tersebut berjalan baik,” ujar Obaja Saflesa kepada suarapapua.com di Sorong, Sabtu (20/4/2024).

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.