Arsip800 Personil Dikerahkan Untuk “Amankan” Aksi Parade Budaya

800 Personil Dikerahkan Untuk “Amankan” Aksi Parade Budaya

Kamis 2013-08-15 11:37:00

PAPUAN, Jayapura — Kepala Kepolisian Resort Kota Jayapura, AKBP Alfred Papare, S.Ik mengatakan, pihaknya menurunkan 800 personil anggota Kepolisian untuk mengamankan aksi parade budaya Nasional Bangsa Papua, yang akan digelar pagi ini, Kamis (15/8/2013).

"Ini untuk mengantisipasi aksi anarkis dari massa yang demo hari ini. Kalau ada yang anarkis akan kami tindak tegas," kata Papare, saat ditemui suarapapua.com, di tempat aksi, pagi tadi.

Tetapi, lanjut Papare, jika tidak ada aksi anarkis, dan hanya melakukan parade budaya maka aparat tidak akan melakukan tindakan apa-apa.

Dikatakan, personil kepolisian berjumlah 800 itu dibagi di beberapa titik untuk mengantisipasi massa yang rencananya akan bergerak dari bebrapa tempat di Jayapura ke Expo.

"Kami akan kawal jika tidak ada aksi anarkis. Sebab sesuai dengan koordinasi kami dengan penanggung jawab aksi, Bucthar Tabuni, tidak akan ada aksi anarkis,” tambahnya,

Sementara itu, Dorus Wakum, aktivis HAM di Jayapura, Papua, mengkritis pengerahaan kekuataan yang berlebihaan dalam mengamankan sebuah aksi parade budaya yang sama sekali tidak berbau politik.

“Jumlah aparat sangat banyak sekali. Padahal ini aksi demo damai dan bentuknya parade budaya saja toh. Semoga aparat tidak membubarkan aksi tersebut seperti dulu-dulu,” tegas Kordintor KAMPAK Papua.

Sebelumnya, Juru Bicara KNPB, Wim Medlam mengatakan, aksi parade budaya Nasional yang diselenggarakan juga bagian dari upaya mendukung pembukaan kantor Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Belanda, yang dikordinir oleh Kordinator Free West Papua Campaign, Tuan Benny Wenda.

ARNOLD BELAU

Terkini

Populer Minggu Ini:

Non OAP Kuasai Kursi DPRD Hingga Jual Pinang di Kota Sorong

0
SORONG, SUARAPAPUA.com --- Ronald Kinho, aktivis muda Sorong, menyebut masyarakat nusantara atau non Papua seperti parasit untuk monopoli sumber rezeki warga pribumi atau orang...

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.