ArsipDitemukan Gizi Buruk di Kampung Gakokebo, Distrik Tigi Barat, Kabupaten Deiyai

Ditemukan Gizi Buruk di Kampung Gakokebo, Distrik Tigi Barat, Kabupaten Deiyai

Selasa 2014-08-05 15:47:15

Kabar yang mengejutkan bagi masyarakat Deiyai dengan adanya ditemukan gizi buruk di Kampung Gakokebo, Distrik Tigi Barat, Kabupaten Deiyai, Papua.

“Kabar mengenai ditemukan gizi buruk di Kampung Gakokebo, Distrik Tigi Barat disertai dengan foto yang diupload dalam laman grup facebook Forum Deiyai News,” hal ini ditulis Humas Tigi Barat, Jumat (01/8/2014) beberapa hari yang lalu.

 

 

Berita fenomena yang diupload di facebook ini, menarik simpatisan dari berbagai pihak terutama mereka yang bergabung dengan media sosial.

 

 

Banyak orang yang komentar terhadap foto tersebut. Salah satunya dari Anna Douw dalam komentarnya mengatakan, Hal ini kembali ke pelayanan kesehatan dari Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) setempat, Bagaimana pelayanan yang sudah diberikan? Tanya Douw dalam komentarnya.

 

 

Lanjut Douw, karena kesehatan masyarakat ditentukan dari standar pelayanan yang diberikan dari dokter, bidan serta bagian gizi harus bersamaan memberikan penyuluhan tetang makanan bergizi kepada masyarakat.

 

 

Dia menambahkan, pemerintah daerah juga harus memberikan dukungan dan bantuan kepada masyarakat. Hal ini, disebabkan karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang makanan bergizi.

 

 

Menurutnya, selain itu, penghasilan keluarga tidak mencukupi, kurangnya kebersihan dan lain sebagainya, sehingga sangat dibutuhkan perhatian serius dari dinas kesehatan dan pemda setempat. Tuturnya.

 

 

Sementara itu, jumlah komentar terhadap foto tersebut sekitar 32 orang komentar dan 48 orang like.

 

 

Marselino Tekege

 

 

Terkini

Populer Minggu Ini:

ANZ Mengantisipasi Pertumbuhan Populasi Fiji Seiring Melambatnya Migrasi Ke Luar Negeri

0
"Kekhawatiran jangka panjang adalah perlambatan pertumbuhan populasi yang terus-menerus (dari 2,12% selama 1966-1976 menjadi 0,55% selama 2007-17). Jika hal ini terus berlanjut, maka akan menciptakan kekurangan tenaga kerja," tulis mereka.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.