ArsipPNWP: 1 Mei 1963 Awal Penderitaan Rakyat Bangsa Papua Barat!

PNWP: 1 Mei 1963 Awal Penderitaan Rakyat Bangsa Papua Barat!

Jumat 2014-05-02 14:41:15

PAPUAN, Jayapura — Memperingati 1 Mei sebagai hari aneksasi Papua ke dalam Negara Republik Indonesia (NRI), Parlemen Nasional West Papua (PNWP) menyatakan, 1 Mei 1963 merupakan awal penderitaan Rakyat Bangsa Papua Barat.

“Karena wilayah Papua Barat dicaplok secara ilegal dengan berbagai operasi militer yang dilakukan Tentara Nasional Indonesia (TNI),” tegas Bazoka, selaku Juru Bicara Nasional Komite Nasional Barat (KNPB), Kamis (1/5/2014) kemarin.

Menurut Bazoka, aneksasi atau pencaplokan wilayah Papua Barat dilakukan tanpa menghargai harkat dan martabat manusia Papua sebagai pemilik dan pewaris wilayah. Juga orang Papua tidak dipandang sebagai satu bangsa yang bermartabat di muka bumi.

“Orang Papua tidak pernah diberikan kebebasan dan hak untuk menentukan masa depannya sendiri. Yang terjadi adalah secara sepihak Belanda, Indonesia, Amerika serikat dan PBB melalui perjanjian New York Agreement dan Roma Agreement menyerahkan wilayah Papua kepada Indonesia.”

“Rakyat West Papua sudah deklarasikan manifesto politik kemerdekaannya 1 Desember 1961, tetapi Indonesia, AS dan PBB telah menghancurkannya dengan nafsu ekspansi dan exploitasi teritorial West Papua melalui Aneksasi 1 Mei 1963,” kata Bazoka.

Hal tersebut, lanjut Bazoka, dibuktikan dengan pengingkaran PBB terhadap hak penentuan nasip sendiri yang digalang oleh parlemen West Papua (Niuew Guuinea Raad), kini disebut dengan Parlemen West Papua (PNWP) pada 1 Desember 1961.

Sementara itu, Agus Kossay, Ketua I Komite Nasional Papua Barat (KNPB) mengatakan,   perjuangan rakyat pribumi West Papua untuk menentukan nasib sendiri terus berkembang dalam koridor hukum internasional, demokrasi dan HAM.

“Saat ini perjuangan kita mendapat simpati dan dukungan masyarakat Internasional. NKRI memaksakan diri masuk ke Papua, berarti kita bersatu dan paksakan NKRI ke luar dari Papua, lebih mudah dengan cara Boikot Pilpres,” katanya.

AGUS PABIKA

Terkini

Populer Minggu Ini:

38 Siswa Asal Nduga di Jateng Gelar Kegiatan Evaluasi Nilai Semester...

0
“Kegiatan ini juga kami lakukan hanya karena beban moril sebagai kakak, sebagai orang tua di tanah rantau. Hal ini juga mengingat tujuan utama kita datang ke Jawa untuk mengakses pendidikan yang layak, sama seperti pelajar dan mahasiswa di Indonesia yang merasakan akses layanan pendidikan yang layak.”

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.